Pelabuhan Internasional Karimun Sepi

Pelabuhan Internasional Karimun Sepi

Foto: Edo/Batamnews

Karimun - Kebijakan lockdown oleh negara tetangga cukup berpengaruh terhadap aktifitas pelayaran di Pelabuhan Karimun. Khususnya pada keberangkatan Ferry Internasional tujuan Singapura dan Malaysia.

Sejak Senin (16/3/2020), aktifitas pelabuhan tampak sepi hingga hari ini, Selasa (17/3/2020).

Sepinya aktifitas pelabuhan, terutama keberangkatan Internasional pasca Malaysia dan Singapura melakukan lockdown. Hal ini dalam upaya penanganan penyebaran Virus Corona (COVID- 19) pertanggal 16 Maret 2020 di negara tersebut.

Pengumuman lockdown itu juga telah diterima oleh Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun.

"Kita sudah terima surat resminya dari Singapura dan Malaysia. Kalau untuk pemberlakuannya, Singapura itu hari ini sudah mulai, sedangkan Malaysia baru besok," kata Kepala Bidang Lalu Lintas KSOP Tanjungnalai Karimun, Marganda.

Dikatakan Marganda, kapal Feri tujuan Singapura sudah mulai dikurangi keberangkatannya dibandingkan hari-hari biasa. Saat ini, operator kapal hanya menjalankan dua trayek ke Singapura dari empat trayek normalnya.

"Malaysia hari ini masih normal, dan menunggu teknis dari kebijakan yang dikeluarkan oleh negara mereka," ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun KSOP dari operator kapal, jumlah penumpang juga mengalami penurunan drastis. Tujuan Singapura hanya tercatat sebanyak 12 orang penumpang yang berangkat.

Disebutkannya juga, lockdown yang dilakukan kedua negara tetangga tersebut sebenarnya tidak berpengaruh terhadap aktivitas kapal dari Karimun.

Hanya saja, Warga Negara Indonesia (WNI) pasca kebijakan lockdown itu dikeluarkan, tidak dapat masuk ke Malaysia dan sebaliknya.

"Aktivitas kapal seperti biasa. Hanya saja WNI dilarang untuk masuk. Sementara apabila ada WNI di Malaysia yang ingin pulang ke Indonesia masih bisa, serta kebalikannya apabila ada WN Malaysia yang ingin kembali tetap bisa," ujar Marganda.

(aha)

Berita Terkait