Mulai Besok Pelayaran Malaysia-Batam Dimungkinkan Berhenti Karena Lockdown

Aktivitas penumpang di Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre. (Foto: Batamnews)

Batam - Pemerintah Malaysia mengumumkan lockdown selama 14 hari mulai 18 Maret 2020. Hal ini diperkirakan berdampak besar tehadap penumpang di Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre.

Manager Operasional, PT Sinergy Tarada (pengelola pelabuhan), Nika Astaga mengatakan, dampak dari kebijakan tersebut belum terlihat hari ini. "Hari ini masih seperti biasanya, ada 43 trip kapal ke Malaysia," ujar Nika, Selasa (17/3/2020).

Namun untuk esok hari, Nika memperkirakan trip kapal ke Malaysia bisa saja akan berhenti akibat lockdown Malaysia tersebut. "Kalau lockdown, otomatis tidak ada yang berangkat, begitu pula sebaliknya," ujarnya lagi.

Sementara itu, untuk trip kapal ke negara Singapura, Nika menyampaikan terjadi penurunan yang cukup signifikan. Apalagi dengan adanya kebijakan pemerintah Singapura yang membatasi warga negara asing masuk ke negara mereka.

"Biasanya ada 34 trip, saat ini hanya ada 11 trip saja," terang Nika.

Kebijakan tersebut berupa batasan memasuki Singapura dari negara ASEAN termasuk Indonesia dan luar ASEAN seperti Jepang, Swiss, dan Inggris. Kebijakan itu mulai berlaku sejak hari ini.  

Lalu-lintas penumpang Singapura-Batam dan sebaliknya turun cukup drastis.

Pada hari biasa, sebelum wabah Covid-19, rata-rata sejumlah 5 ribu orang per hari melintasi pelabuhan, bahkan bisa mencapai 10 ribu orang saat peak season. "Sekarang jumlahnya kurang dari seribu orang," sebutnya.

(ret)

Berita Terkait