Kadinkes Kepri Akui Keterlambatan Deteksi Pasien Corona

Kadinkes Kepri Akui Keterlambatan Deteksi Pasien Corona

Kadinkes Kepri, Tjetjep Yudiana dalam konfrensi pers di Tanjungpinang, Selasa (17/3/2020). (Foto: Afriadi/Batamnews)

Tanjungpinang - Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana mengakui informasi terkait positif/negatifnya pasien dalam pengawasan di Kepri memang butuh waktu. Keterlambatan itu karena sampel swab dikirim dulu ke Jakarta dan diuji.

Seperti pasien positif corona yang sempat diobservasi di RSUP Kepri sejak Jumat, 13 Maret 2020. Sementara sampel swap dikirim ke Kemenkes Jakarta pada Sabtu, 14 Maret 2020.

Hasilnya baru keluar pada Selasa 17 Maret 2020. Jika dihitung, jaraknya mencapai 3 hingga 4 hari baru diketahui pasien tersebut positif.

"Berarti ada keterlambatan (informasi hasil) dari pusat ke daerah," ujarnya.

Ia memastikan Kemenkes sedang mempersiapkan Balai Teknis Kesehatan Lingkungan di Batam agar bisa melakukan uji Covid-19, agar hasilnya bisa segera diketahui. Setidaknya hal ini bisa mencegah penularan lebih jauh.

Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kelas I Batam menurutnya sedang mempersiapkan hal itu.

Selama ini, uji spesimen yang diambil dari sampel swap suspect Covid-19 di Kepri dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Jakarta. Hal itu membutuhkan waktu sekitar tiga hari. "Ke depan bisa dites di Batam. Masih nunggu alat," ujar Tjetjep.

Terkait kapan pelaksanaan pemeriksaan bisa dilakukan di Batam, Kepala BTKL-PP Batam, Slamet Mulsiswanto sebelumnya mengakui belum ada kepastian.

"Semoga secepatnya, kami sedang menunggu instruksi dan kelengkapan primernya," kata Slamet pekan lalu, Selasa (10/3/2020) kepada Batamnews.

(fox)