Krisis Air Ancam Operasional Pembangkit Listrik Batam-Bintan
PLTG Panaran. (Foto: Dok. Batamnews)
Batam – Krisis air baku di Batam membuat PT. Adhya Tirta Batam menyiapkan langkah rationing. Kendati rencana rationing mulai 15 Maret 2020 ditunda hingga waktu yang belum ditentukan, ternyata PLN Batam juga ambil ancang-ancang jika situasi itu akhirnya diterapkan ATB.
B'right PLN Batam meminta untuk memberikan bantuan terhadap pasokan air di pembangkit agar aliran listrik Batam-Bintan tidak ikut terhambat.
“Suplai air di pembangkit kami untuk operasional. Kami berharap karena kami perusahaan yang melayani masyarakat juga, jangan sampai krisis air berdampak pada pembangkit kami juga,” kata perwakilan B'right PLN Batam Gusrianto, Kamis (12/3/2020) lalu.
Pembangkit listrik yang dimanfaatkan PLN Batam menggunakan dua jenis bahan bakar untuk operasional pembangkit, yaitu bahan bakar gas dan batubara. Ketersediaan air di pembangkit listrik berfungsi untuk mengoperasikan mesin cooler atau pendingin, agar pembangkit bisa tetap beroperasi.
Saat ini, dari pembangkit yang dimiliki PLN Batam, Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Panaran membutuhkan suplai air yang paling besar yaitu 6 kubik perhari.
“Jangan sampai udah krisis air, warga juga mengalami krisis listrik. Jika tidak dicarikan solusinya, ini bisa mengakibatkan pembangkit kami ikut terdampak,” ujar Gusrianto.
Presiden Direktur PT ATB, Benny Andrianto mengatakan tidak bisa berbuat apa-apa, termasuk memberi perlakuan khusus terhadap suplai air di pembangkit.
Menurut Benny yang menjadi kendala sumber air baku itu sendiri.
“Tujuan rationing kami adalah untuk mengurangi produksi air. Kalau kita (bisa) support PLN di pembangkit, (Tentu) kita juga bisa support industri dan mall. Tapi memang tidak bisa,” ucap Benny.
Humas B'right PLN Batam, Yoga Perdana mengaku belum ada pembahasan secara internal terkait minimnya suplai air mulai pertangahan maret ini.
Namun PLN mengaku sudah bersiaga jika hal ini tetap terjadi dengan menyiapkan tangki penampung, dan menyuplai air dari water treatment milik PLN di Tanjung Uncang.
“Karena kami baru mendapat sosialisasi dari ATB kami belum ada pembicaraan secara internal. Kami akan melihat dulu memperhitungkan apa dampak dari rationing, dan mencari jalan keluar agar aliran listrik ke masyarakat tidak ikut terkendala,” jelas Yoga, Jumat (13/3/2020).
Komentar Via Facebook :