Isdianto Resmi Nyatakan Pisah dengan Soerya Respationo

Isdianto Resmi Nyatakan Pisah dengan Soerya Respationo

Soerya Respationo dan Isdianto. (Foto: Batamnews)

Tanjungpinang - Plt Gubernur Kepulauan Riau Isdianto dikabarkan akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kepri mendatang. Dia tetap akan maju sebagai calon gubernur.

Hal itu menandakan Isdianto memilih jalur politik sendiri, meninggalkan PDI Perjuangan yang mengantarkan adik mantan Gubernur HM Sani itu duduk menjadi Wakil Gubernur dan berpeluang menjadi Gubernur Kepri definitif.

Kabar ini berembus kencang, hanya beberapa hari setelah Isdianto menyampaikan dirinya masih memegang Kartu Tanda Anggota (KTA) partai berlambang banteng bermoncong putih saat Rakerda PDI Perjuangan Kepulauan Riau di Harmoni One Hotel, Batam Centre, Sabtu (22/2/2020).

Politikus senior PDI Perjuangan Kepri, Jumaga Nadeak membenarkan kabar bahwa Isdianto mengucapkan 'sayonara' ke partai banteng.

Jumaga yang juga Ketua DPRD Kepri ini, bahkan membuka 'rahasia' dapur politik PDI Perjuangan Kepri menghadapi Pilkada, khususnya mengenai sosok Isdianto.

"Perlu diingat, pilihan ke Isdianto itu bukan pilihan utama dan pertama Soerya di Pilgub Kepri," kata Jumaga di Tanjungpinang, Kamis (27/2/2020).

Namun ditegaskan Jumaga, pilihan ke Isdianto itu hanya karena rasa persahabatan, dimana Plt Gubernur Kepri itu sudah masuk PDI Perjuangan.

Sebab menurut Jumaga, Soerya merupakan sosok sangat menghargai setiap orang yang mau bersahabat dan mau berjuang bersama.

"Kalau di belakang ia (Isdianto) tidak menghargai persahabatan, tentunya tidak mungkin lagi dijadikan sahabat. Biar masyarakat yang akan menilai," tegas Jumaga lagi.

Jumaga menceritakan, bahwa benar adanya bila Isdianto mengatakan secara langsung kepada dirinya, bahwa tidak mungkin mendampingi Soerya Respationo.

"Isdianto mengatakan hal itu, dua hari lalu di Batam. Tentunya PDI Perjuangan mengambil sikap atas hal tersebut dan kita tidak merasa keberatan dengan sikap Isdianto seperti itu," kata Jumaga.

Dengan hal ini juga tambah Jumaga, partainya akan membahas terkait keanggotaan Isdianto di PDI Perjuangan Kepri.

Bila dianggap menyalahi, maka akan menarik Kartu Tanda Anggota (KTA) Isdoanto dan tentunya Isdianto tidak lagi menjadi bagian PDI Perjuangan Kepri.

"Kita akan pelajari dulu, dan akan dirapatkan. Namun yang pasti kita legowo melepas Isdianto," tutur Jumaga.

Pada Sabtu (22/2/2020) lalu, Isdianto di depan elite PDI Perjuangan menepis isu dirinya membelot dari partai itu. Ia menyatakan masih setia kepada PDI Perjuangan dengan menggunakan perumpaan kacang tak lupa kulit.

“Saya juga ada mendengar kabar yang menyebutkan kalau saya sudah meninggalkan PDI-P, seperti kacang lupa kulit. Itu tidak benar, saya masih memegang KTA sampai saat ini,” ucap Isdianto.

Dia bahkan mengaku menderita lama tak bertemu dengan Soerya Respationo. Alasannya, ada beberapa pertimbangan termasuk soal kesehatannya belakangan ini.

“Mohon izin saya Romo (Soerya Respationo) karena memang masih dalam tahap pemulihan, masih terus melakukan terapi-terapi. Jadi mohon maaf saya Romo, kalau ini dinilai bahwa saya tidak hormat pada ikatan. Jujur saya manusia yang sangat tahu berterimakasih,” kata Isdianto.

(sut)