Orang Tua Pantau Mahasiswa Unesa di Natuna Lewat Media

Universitas Negeri Surabaya. (Foto: istimewa))

Surabaya - Ratusan WNI yang dipulangkan dari Wuhan, China melalui Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau kini menjalani observasi selama 14 hari di Kabupaten Natuna.

Dari ratusan WNI tersebut, beberapa diantaranya merupakan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya atau Unesa yang sedang menempuh pendidikan Central China Normal University (CCNU) Wuhan.

Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes mengatakan proses observasi yang ditangani oleh militer, pasti akan ada aturan ketat yang harus ditaati oleh para WNI, termasuk boleh tidaknya menjenguk mahasiswa di lokasi observasi.

Nurhasan menegaskan jika pihak kampus dan keluarga diizinkan berkunjung ke Natuna, dirinya akan berangkat ke Natuna. 

“Melihat perkembangan informasi saat ini dulu, sepertinya belum ada tanda-tanda mahasiswa-mahasiswa kami boleh dikunjungi," kata Nurhasan dilansir situs unesa.ac.id.

Sementara itu para orang tua mengeluhkan kendala akses komunikasi. Salah satu cara untuk mengetahui kabar putra-putri mereka yakni hanya dengan mengikuti perkembangan berita di media-media baik televisi, radio, maupun sosial media.

Zaenal Muttaqin yang merupakan ayah dari Ayu Larasati mengatakan ingin sekali menjenguk anaknya di Natuna jika diperbolehkan oleh pemerintah. Tetapi jika memang tidak diizinkan, keluarga akan memantau perkembangan melalui media.

"Tak apa jika tidak diizinkan mengunjungi anaknya, tetapi setidaknya bisa berkomunikasi menggunakan telepon, “ tegas Muttaqin.

Lilis Triana (47 tahun) yang merupakan ibunda dari mahasiswi bernama Nathania mengaku belum bisa berkomunikasi dengan putrinya sampai Senin siang 3 Februari 2020. 

“Saya sejak pagi seharian hanya menyimak update informasi dari media," terang Lilis warga Sidoarjo tersebut. 

(*)


Berita Terkait