Jalan Cerita Munculnya Suspect Corona di Batam

Petugas RSBP Batam tengah mengevakuasi seorang pasien yang diduga terjangkit virus corona di Batam (Foto: Batamnews)

Batam - Warga Negara indonesia asal Batam, R (40) yang diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatima saat ini mendapat penanganan khusus tim medis kesehatan.

Kabid Dokkes Polda Kepri, Kombes Pol Muhammad Haris mencurigai yang bersangkutan terindikasi terjangkit virus corona setelah menerima data masuknya pasien ke RSUD Embung Fatimah.

Informasi tersebut langsung dikoordinasikan dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan, terutama riwayat terakhir pasien tersebut masuk ke Batam.

Kepala Bidang Pengendalian Karantina dan Surveilance Epidemologi, Kantor Kesehatan Pelabuhan Batam, Romel Simanungkalit mengatakan pihaknya langsung menelusuri data mereka.

"Kami melakukan penelusuran riwayat perjalanan yang bersangkutan terutama terakhir masuk ke Batam. Dan kami temukan yang bersangkutan masuk menggunakan kapal melalui Batam Center kemudian kita lihat dari manifest penumpang dan crewnya," katanya.

Berdasarkan keterangan Romel, di dalam kapal ada 17 penumpang termasuk yang bersangkutan. Akhirnya pihak KKP melakukan pemeriksaan kepada ABK feri Wive Master 6 lainnya yang bertugas.  

Proses karantina seluruh kru kapal yang bersangkutan dilakukan di Asrama Haji sesuai kesepakatan lokasi karantina.

"Dan untuk kru kita lakukan pengkarantinaan sementara. Jika negatif, masa karantina selesai jika positif akan kita periksa lebih lanjut," ujarnya.

Jika pasien yang bersangkutan terindikasi positif, maka kru lainnya akan menjalani karantina selama 28 hari, terhitung sejak hari pertama karantina dilakukan.

Sedangkan untuk penumpang lainnya saat ini terus dilakukan pelacakan untuk memastikan tidak ada yang terpapar.

"Terhadap kapal, kita lakukan desinfeksi dan pembersihan untuk selanjutnya kapal bisa digunakan kembali untuk beroperasi. Tapi kru kita akan mengkarantina sampai hasil laboratorium terkonfirmasi," jelasnya

Sedangkan Dokkes Polda Kepri akan terus melakukan pelacakan terhadap penumpang lainnya yang berada dalam satu kapal.

Kabid Dokkes Polda Kepri, Kombes Pol Muhammad Haris mengatakan pihaknya akan melibatkan Intelejen Polda Kepri, Intelijen Polrestabes Barelang, Imigrasi dan Disduk Capil untuk menelusuri keberadaan penumpang yang satu kapal dengan R.

"Yang WNA kita berkoordinasi dengan imigrasi untuk melacak keberadaannya. Biasanya disitu ada tujuan dan kemana dia pergi. Kemudian untuk WNI akan dilihat dari data kependudukan. Makanya nanti kami juga akan berkoordinasi dengan Disdukcapil untuk mengetahui keberadaan warga negara Indonesia," pungkasnya.

 

(das)
SHARE US :