https://www.batamnews.co.id

Johor Diterjang Banjir, 9 Ribu Warga Diungsikan

Banjir di Johor. (Foto: Malaysia Kini)

Johor - Lebih dari 9.000 orang di Johor diungsikan ke 93 pusat evakuasi sementara di sembilan distrik seluruh negara bagian setelah rumah mereka dilanda banjir.

The Star melaporkan distrik yang terdampak banjir kali ini adalah Mersing, Kota Tinggi, Kluang, Segamat, Pontian, Batu Pahat, Kulai, Johor Baru dan Muar.

Pada Senin (16/12/2019)) pagi, sebanyak 9.151 pengungsi berada di pusat-pusat bantuan, sedikit meningkat dari 9.043 orang yang tercatat pada Minggu malam.

Ketua Komite Pemerintah Daerah, Kesejahteraan Kota dan Lingkungan Tan Tan Choon mengatakan semua korban berasal dari 2.475 keluarga.

“Kluang telah mencatat jumlah pengungsi terbanyak dengan 2.666 orang dari 747 keluarga diikuti oleh Kota Tinggi dengan 2.659 orang dari 695 keluarga,” katanya.

Departemen Meteorologi Malaysia telah mengeluarkan peringatan cuaca berbahaya di Mersing dan kabupaten Kota Tinggi dan peringatan cuaca buruk untuk Segamat, Muar, Batu Pahat, Kluang, Pontian, Kulai dan Johor Baru, serta peringatan peringatan untuk Tangkak.

Jalan Mawai Lama dan Jalan Dalam di Kota Tinggi tertutup untuk semua kendaraan, sementara satu jalur Jalan Telok Arong di Mersing, terbuka untuk kendaraan ringan saja.

Di Pahang, hujan lebat sejak Minggu telah menyebabkan beberapa daerah di Rompin dibanjiri air banjir dengan 1.003 orang dari 256 keluarga terpaksa dievakuasi ke 10 pusat pengungsian pada Senin pagi.

Portal Info Bencana Departemen Kesejahteraan Sosial pada Senin pagi melaporkan peningkatan jumlah pengungsi dibandingkan dengan 858 dari 232 keluarga yang diberi tempat penampungan sementara di PPS pada Minggu malam.

Lokasi pengungsian di Sekolah Kebangsaan (SK) Pianggu mencatat jumlah korban tertinggi yaitu 284 orang dari 81 keluarga; SK Sarang Tiong (208 orang, 44 keluarga); Kampung Setajam (187 orang, 51 keluarga); Balai komunitas Rekoh (119 orang, 32 keluarga); dan aula Rompin Angkat Besi (44 orang, 11 keluarga).

Ketinggian air di Sungai Pukin mencatat pembacaan 44,06 juta melebihi tingkat siaga 44m, dengan hujan terus-menerus diperkirakan hari ini.

Sementara itu, di Sarawak, sembilan orang ditempatkan di pusat evakuasi sementara di aula Suarah, Marudi di Miri ketika rumah mereka di Kampung Padang Kerbau kebanjiran karena hujan deras dan air pasang.

Di tempat lain di Melaka, situasi banjir telah pulih sepenuhnya dan 13 orang dari tiga keluarga di Alor Gajah diizinkan pulang pada jam 9 pagi pada hari Senin pagi.

Kepala sekretariat komite manajemen bencana Melaka Letkol (PA) Effendy Ali mengatakan setelah cuaca cerah, PPS di kompleks Komite Koordinasi Konstituensi Durian Tunggal (Japerun), Bukit Balai, telah ditutup.