Kadispar Batam Ardiwinata Sesalkan Kericuhan Pengemudi Taksi di Objek Vital

Kadispar Batam Ardiwinata Sesalkan Kericuhan Pengemudi Taksi di Objek Vital

Bentrok massa taksi online vs taksi pangkalan di Batam Center. (Foto: Yogi/Batamnews)

Batam - Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata menyesalkan insiden keributan di objek vital (obvit) seperti Pelabuhan Internasional Batam Centre. Puluhan massa tampak terkonsentrasi di area itu karena ada gesekan antara kelompok sopir taksi pangkalan dengan taksi online.

Belum lama ini hal serupa juga terjadi di Bandara Hang Nadim, Batam. Tentunya hal ini menjadi hal negatif bagi pariwisata Kota Batam.

Keributan itu di Pelabuhan Batam Center berlarut-larut sejak pagi hingga petang. Bahkan penumpang mancanegara yang melewati pelabuhan ini tampak khawatir. Beberapa diantara mereka unjuk paspor kepada petugas meminta keamanan.

"Batam itu kota kedua pariwisata setelah Bali, sehingga kondusifitas harusnya perlu dijaga," kata Ardiwinata.

Ia meminta pihak-pihak terkait berembuk menyelesaikan masalah itu. "Biar mereka didudukkan, kita berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini," harap dia.

Warga negara asing calon penumpang ferry di Pelabuhan Internasional Batam Center tampak ketakutan melihat keributan yang terjadi di depan pelabuhan. Mereka terpaksa harus menunjukkan paspor mereka supaya dapat masuk ke pelabuhan dengan aman.

Massa dari pengemudi taksi online sebelumnya meminta polisi mengusut pelaku pemukulan rekan mereka yang diduga adalah sopir taksi pangkalan di area Pelabuhan Internasional Batam Center. Bahkan situasi memanas ini meyeret para pengendara ojek online yang sempat menjadi korban prilaku kekerasan oknum massa tersebut.

 

(ret)
Komentar Via Facebook :