https://www.batamnews.co.id

Dekopin Batam Minta Kadin Kepri Desak Pemerintah Sahkan RUU Perkoperasian

Ketua Harian Dekopin daerah Kota Batam, Tonny Siahaan. (Foto: Dyah Asti/Batamnews)

Batam - Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) daerah Kota Batam, meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepri kembali menyampaikan permintaan pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Perkoperasian.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) ke V 2019 Kadin Provinsi Kepri untuk dibahas dalam Musyawarah Nasional (Munas) di Bali. Disahkannya RUU Perkoperasian oleh pemerintah diharapkan mampu memberikan kepastian hukum terhadap pelaku koperasi.

Ketua Harian Dekopin daerah Kota Batam, Tonny Siahaan mengatakan, aturan hukum itu sudah dibahas sejak awal kabinet kerja presiden periode sebelumnya. Namun hingga kini, pembahasan tersebut tak kunjung selesai.

"Ini juga sempat dibahas di Munas sebelumnya pada Menteri Koperasi namun tak kunjung membuahkan hasil. Makanya kami kembali mengajukan lagi sekarang agar DPR segera mengesahkan," kata Tony saat ditemui Rapimprov Kadin di Said Hotel Batam Centre, Rabu (27/11/2019).

Saat ini koperasi di Batam ada lebih dari 1.000 koperasi berbadan hukum. Sekitar 700 koperasi sudah mendaftarkan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Di bawah koperasi ini, banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bernaung, sehingga diresmikannya undang-undang tersebut dinilai Tony memiliki dampak luas pada seluruh aspek ekonomi.

"Ketika kekosongan terjadi karena belum disahkan oleh DPR, otomatis saat ini aturan kembali ke Undang-undang lama UU nomor 25 tahun 1999," ujarnya.

Selain itu Tonny juga berharap ribuan koperasi yang ada di Batam bisa terdata menjadi satu di Dekopin. Sehingga mereka lebih terorganisir.  Tonny juga meminta keberpihakan Pemko Batam terhadap pergerakan koperasi di bawah Dekopin.

"Saat ini tidak lebih dari 20 koperasi yang mendaftarkan diri ke Dekopin. Harapan kami koperasi ini harusnya seperti pengusaha yang bernaung dibawah Kadin yang saat ini sudah terdaftar 4 ribu lebih pengusaha," terangnya.

(das)