https://www.batamnews.co.id

Pasar Induk Jodoh Memanas, Pedagang dan Satpol PP Nyaris Bentrok

Suasana Pasar Induk Jodoh yang sempat memanas akibat ketegangan antara pedagang korban gusuran dengan Satpol PP. (Foto: Yogi/batamnews)

Batam - Suasana Pasar Induk di Jodoh, Batam, Kepulauan Riau memanas pada Jumat (22/11/2019) pagi setelah ratusan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mendatangi lokasi untuk memasang pagar pembatas.

Rencananya, pagar pembatas itu akan dipasang di lahan tahap II yang sempat dirobohkan sejumlah pedagang korban gusuran pada Kamis (21/11/2019) sore. Padahal, menurut sejumlah pedagang, lahan tersebut milik BP Batam dan belum dihibahkan ke pemerintah kota.

Bentrok antara pedagang dengan sekitar 250 personel Satpol PP nyaris pecah. Petugas penegak perda itu akhirnya ditarik mundur.

Kabid Kamtib Satpol PP Imam Tahori mengatakan, pihaknya melakukan pengawalan di lahan BP Batam tersebut atas instruksi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau. 

Imam juga menegaskan, menurut informasi yang didapatnya lahan tahap II ini sudah dihibahkan ke Pemko Batam. "Sudah dihibahkan informasinya," kata dia. 

Tidak hanya itu dilokasi juga terdapat beberapa orang tak dikenal di kawasan lahan swasta yang menjadi tempat kios relokasi.

Ketua LSM Gebrak Agung Wijaya mengatakan, pedagang membongkar paksa pagar karena tidak ada solusi dari Pemko maupun DPRD Kota Batam.

"Pedagang terpaksa membongkar karena tidak ada solusi dari pemerintah, terpaksa kita bongkar tahap dua yang dijanjikan Pemko Batam," katanya. 

Sebelumnya Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, maupun Asisten II Yusfa Hendri menyatakan hibah lahan tersebut belum selesai.

Konflik Pasar Induk kembali mencuat setelah pedagang digusur. Para pedagang tidak menerima relokasi yang layak mulai dari pembayaran yang terlalu mahal, hingga fasilitas yang disediakan. 

(tan)