Menlu Negeri Singapura Sambut Baik Batam Satu Komando

Menlu Singapura Vivian Balakrishnan saat menjelaskan kondisi hubungan antara Singapura dengan Indonesia saat menerima lawatan sejumlah media Indonesia di Singapura, Rabu pekan lalu. (Foto: Zi Tong/MCI Singapore)

Batam - Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan menyambut baik perubahan birokrasi dan kepemimpinan di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Selama ini, sudah menjadi rahasia umum, dua kepemimpinan di Batam, sangat membingungkan investor. 

"Ini pertanda bagus," ujar Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, kepada Batamnews di kantornya di Singapura, Rabu (13/11/2019).

Menurut Vivian, kebijakan pemerintah Indonesia untuk memutuskan Batam dipimpin satu pejabat, sangat disambut baik investor di Singapura. 

Kendati demikian, Singapura akan menunggu seperti apa nanti jalannya pemerintah tersebut kedepannya.

"Selama ini kita tahu, satu tempat di Batam, tapi ada dua birokrasi. Bahkan investor sering mengeluh dengan kondisi tersebut," ujar Vivian.

Vivian mengatakan, investor Singapura berharap Batam bisa lebih baik kedepannya. 

"Karena sudah satu pimpinan dan satu orang pembuat kebijakan," ujar Vivian.

Indonesia Negara Besar

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishan mengakui, bahwa Indonesia adalah salah satu negara besar di dunia. Dengan jumlah penduduk yang tinggi serta  wilayah negara yang luas.

Kemudian lagi, Indonesia juga bertetangga dengan Singapura. Stabilitas Indonesia juga sangat berpengaruh terhadap Singapura.

"Batam lokasi yang sangat dekat dengan Singapura. Orang Singapura biasa ke Batam berwisata. Kita perlu menjaga perdamaian," ujar Vivian.

Menurut Vivian, Indonesia memiliki lompatan besar setelah 20 tahun reformasi. Indonesia kemudian berkembang sangat cepat.

"Indonesia hanya butuh kepercayaan diri baik orang-orangnya, maupun negaranya, agar menjadi negara besar dan penguasa ekonomi," ujar Vivian.

Investasi di Indonesia

Minister Foreign Affair of Singapore Mr Vivian Balakrishnan.

 

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan juga memahami apa yang menjadi visi dan misi Presiden Joko Widodo. Jokowi mengemukakan itu saat berkunjung ke Singapura belum lama ini.

"Pak Jokowi beberapa waktu lalu, saat ke Singapura, memaparkan visinya secara objektif mengenai pembangunan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, investasi, reformasi birokrasi, dan lainnya," ujar Vivian.

Menurut Vivian, Singapura sangat ingin membantu Indonesia di bidang pengembangan infrastruktur, investasi, bahkan pengembangan sumber daya manusia, yang sesuai dengan visi dan misi Presiden Jokowi. 

"Investasi Singapura di Indonesia mencapai 8 miliar dolar Amerika di akhir tahun lalu," ujar Vivian.

Kemudian, kata Vivian, Singapura baru saja membangun dua proyek kawasan industri Kendal, Jawa Tengah. 

"Selain kawasan industri juga membangun politeknik, tempat orang menuntut ilmu dan juga bisa bekerja setelah itu," ujar Vivian. 

"Ini adalah model yang bagus, untuk pengembangan manusia yang memiliki skill," imbuhnya.

Selain itu, dua tahun lalu, Singapura juga berinvestrasi di Nongsa Digital Park di Batam, Kepulauan Riau. 

"Saat itu saya dan Ibu Retno Marsudi (Menlu Indonesia) meluncurkan Nongsa Digital Park. Nantinya akan jadi ekosiste baru berbagai industri digital," kata dia. 

Vivian juga mengatakan, akan membawa investasi yang berteknologi tinggi lebih banyak lagi ke Batam. Termasuk ke wilayah lainnya seperti Karimun dan Bintan. "Karena wilayah ini masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)," ujar Vivian Balakrishan.

Vivian mengatakan, saat ini investasi yang masuk ke Indonesia tidak saja dari Singapura, tapi juga dari negara lain. 

"Seperti perusaah sekelas Pegatron. Ini sangat bagus," kata dia. 

Kepemimpinan yang Kuat

Dalam kesempatan itu, Vivian juga mengungkapkan, kepemimpinan Presiden Jokowi saat ini sangat kuat. 

Bahkan dengan bergabungnya Ketua Umum Gerindra Prabowo ke kabinet yang sangat mengejutkan. 

"Posisinya sangat kuat di parlemen. Ini poin yang bagus buat Indonesia," ujar Vivian. 

Vivian mengakui, Indonesia adalah sebuah negara besar bila dibandingkan dengan Singapura.

"Sehingga peran Indonesia di Asia tentu saja sangat penting dalam menjaga dan memelihara kesatuan di Asia," ujar Vivian.

 

(snw)
SHARE US :