Edhy Prabowo Geram Benih Lobster Banyak Diselundupkan

Menteri KKP Edhy Prabowo memanen bawal bintang saat kunjungan ke Batam. (Foto: Yogi/batamnews)

Batam - Menteri Perikanan dan Kelautan Edhy Prabowo meradang melihat banyaknya pencurian benih lobster di perairan Indonesia. Salah satunya yang terjadi di Kota Batam beberapa hari lalu.

"Bahkan di Batam, pencurian itu bisa merugikan negara sampai 38 miliar," kata Edhy di Kota Batam, Rabu (13/11/2019).

Melihat kondisi itu Edhy akan kembali membahas terkait kebijakan izin membudidayakan baby lobster.

"Dilepas liar kan menurut para ahli baby lobster hanya hidup 1 persen, tetapi kalau dibudidayakan maka yang hidup bisa 70 persen," kata Edhy.

Edhy mengatakan, beberapa hal harus diperhatikan terkait rencana tersebut. "Terutama pakah yang ada siap untuk membudidayakan," katanya. 

Bahkan, menurut Edhy bisa saja baby lobster diekspor ke depannya. "Kita eskpor dalam waktu tertentu, sampai pmbudidaya ada di Indonesia," katanya. 

Bahkan beberapa waktu belakangan Edhy, mendapatkan tawaran investor dari Vietnam yang meminta untuk melakukan budidaya lobster. Beberapa rencana itu akan dikaji ulang oleh Edhy, ia tidak mau hanya menjadi asumsi-asmusi saja. 

Sementera itu, dalam waktu dekat Edhy menegaskan, akan tetap meneruskan kebijakan menteri sebelumnya Susi Pudjiastuti. "Dalam satu minggu saya sudah mendapatkan laporan penangkapan penyelundupan benih lobster, bahkan nilainya sampai Rp 38 miliar," ujarnya. 

Menurut Edhy, melihat peristiwa tersebut berarti ada aktivitas ekonomi berjalan diam-diam yang dilakukan. 

"Kalau seperti ini tidak ada pajak masuk negara dong," katanya. Edhy berjanji akan menyelesaikan masalah dengan jernih dan sejuk sehingga semua terakomodir dengan baik.

Sebagai menteri baru KKP, Edhy memprioritaskan kinerjanya dalam tiga hal yaitu memperhatikan nelayan, budidaya ikan, dan memangkas birokrasi perizinan laut.

(tan)