Industri di Batam Lesu, Properti Menengah ke Bawah Susah Laku

Industri di Batam Lesu, Properti Menengah ke Bawah Susah Laku

Ilustrasi.

Dodo

Batam - Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Kepri menilai bisnis properti di Kota Batam menurun akhir 2019 ini. Penurunan tersebut akibat sepinya industri terutama galangan kapal. 

Penurunan terutama terjadi di pembelian properti kalangan menengah ke bawah.  "Galangan kapal sepi, begitulah Kota Batam saat ini," kata Ruslan Weng, Ketua DPD Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Kepri, Minggu (3/11/2019).
 
Angka tersebut ia lihat dari grafik penjualan properti di kota industri ini. "Begitu analisis hasil penjualan kawan-kawan broker," katanya. 

Namun, di balik itu semua, pembelian properti untuk kalangan menengah ke atas terus naik. Pembelian banyak dilakukan oleh orang yang berada di luar Kota Batam, seperti Tanjungpinang, Pekanbaru, Jawa dan lainnya. 

"Mereka berbondong, ingin investasi disini, menjadikan Batam second home," katanya.
 
Ruslan melihat, tren sekarang yang bisa kerja dari rumah salah satu faktor orang membeli rumah di Kota Batam. Karena dari kota ini mereka bisa mengawasi pekerjaan. 

Selain itu, mahalnya rumah di Singapura dan Johor yang berdekatan dengan Batam juga menjadi faktor banyaknya kelas menengah ke atas membeli rumah di Batam. 

Bisnis properti di Kota Batam terus tumbuh. Terlihat beberapa perumahan maupun aparteman mulai bermunculan. Bahkan dirancang rumah ke depannya di Kota Batam sistem vertikal, disebabkan habisnya lahan untuk perumahan.

(tan)

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :