Cerita ABK Kapal Karam di Perairan Karimun yang Mengapung Hingga Malaysia

Tiga ABK berhasil selamat dan bertahan dari ganasnya gelombang laut. (Foto: Edo/Batamnews)

Karimun - Kapal pengangkut barang KM Putra Pantai Solop (*bukan KM Tanjung Solop) yang tenggelam di perbatasan Malaysia-Indonesia diduga karena kuatnya gelombang laut

Kapal tersebut memang berlayar dari Malaysia. Namun saat sudah masuk perairan Indonesia (Perairan Karimun, Provinsi Kepri) kapal ini hilang kontak.

Sebelumnya kapal bertolak dari Batu Pahat Malaysia dengan tujuan Tembilahan, Provinsi Riau. Kapal diketahui biasa membawa barang-barang seperti gula merah dan jahe.

Tiga awak kapal adalah Ruslo alias Ujang (50) sebagai kapten, lalu Bain (42) sebagai KKM dan Syamsul (41) sebagai ABK.

Kapten kapal Rusli alias Ujang, menyebutkan bahwa kejadian tersebut pada malam hari. Kondisi cuaca saat itu angin kencang dan gelombang kuat.

"Angin kecang, gelombangnya juga kuat. Kemudian kapal bagian depan pecah karena ombak besar," kata Ujang, saat ditemui ruangan Polair Polres Karimun.

Kemudian, kapal yang sudah tidak bisa dikendalikan tersebut terombang ambing dan akhirnya tenggelam di perairan Karimun.

Ketiga orang yang berada di kapal tersebut dengan sigap mencari alat untuk mencari barang-barang agar bisa mengapung.

"Kapal tenggelam setelah dihantam ombak. Kemudian, kami bertiga bertahan menggunakan baju pelampung (lifejacket)," ucapnya.

Mereka yang saat itu berkomitmen untuk tetap bersama. Ketiganya terombang ambing di lautan dekat perairan Pulau Pisang, kembali masuk perairan Malaysia.

Kejadian tersebut diketahui pukul 23.00 WIB Kamis Malam (31/10/2019). Kemudian mereka dievakuasi oleh petugas dari Malaysia sekitar pukul 06.00 WIB Jumat pagi (1/11/2019).

"Awalnya kami ditemukan kapal pesiar, kemudian baru diselamatkan sama Maritim (petugas coastguard) Malaysia," kata Ujang.

Sementara itu, sebelum tenggelam. Seorang ABK Kapal, Syamsul (41) sempat menghubungi istrinya di Riau. Namun, tidak ada jawaban. "Saya sempat hubungi istri. Tapi jaringan susah pas ditengah laut," ujar Syamsul.

Kasat Polair Polres Karimun, Iptu Sahata Sitorus mengatakan, lokasi tersebut masuk perairan Pulau Pisang, Malaysia. "Setelah kita minta keterangan, kejadianya sudah masuk perairan Malaysia," katanya.

Setelah dilakukan penjemputan, ketiga awak kapal yang tenggelam tersebut akan diserahkan kepada keluarganya. "Kita akan serahkan kepada pihak keluarga masing-masing," kata Sahata.

(aha)

(aha)