GMM Gelar Aksi Penolakan Jumaga Nadeak Sebagai Ketua DPRD Kepri

GMM Gelar Aksi Penolakan Jumaga Nadeak Sebagai Ketua DPRD Kepri

Kadispar Kepri, Buralimar menemui massa dari GMM. (Foto: Margaretha/Batamnews)

Batam - Puluhan orang yang tergabung dalam gerakan melayu melawan (GMM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Graha Kepri, Batam, Rabu (25/9/2018).

Mereka menolak penetapan Jumaga Nadeak sebagai ketua DPRD Provinsi Kepri periode 2019-2024.  “Kami minta partai politik yang menang pemilu 2019 agar mendengarkan pepatah di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung,” ujar kordinator aksi, Amirullah.

Baca juga: Sejumlah Elemen Melayu Tolak Jumaga Nadeak Jadi Ketua DPRD Provinsi Kepri

Kegiatan tersebut dilatarbelakangi permintaan ketua Lembaga Adar Melayu (LAM) Kepri, kepada partai pemenang agar penetapan ketua DPRD berazamkan melayu. “Dari permintaan ketua LAM Kepri ini, makanya kami bergerak,” kata dia.

Pihaknya juga menekankan bukan menyerang Jumaga secara personal. Namun bagaimana sebaiknya Ketua DPRD Kepri bukan Jumaga Nadeak.  “Pokoknya bukan pak Jumaga lah, yang lain bisa, itu nanti kita minta kepada PDIP juga,” jelasnya.

 

Minta copot Setwan

Mereka juga menyerukan agar Sekretaris Dewan (sekwan) Provinsi Kepri, Hamidi bisa segera dicopot oleh Plt Gubernur Kepri, Isdianto. Alasannya karena Hamidi dinilai tidak profesional.

Baca juga: LSM Melayu Tolak Jumaga Jadi Ketua DPRD Kepri, Begini Tanggapan Soerya

Mereka menyebut, hal ini bermula pada saat acara pelantikan anggota DPRD Provinsi Kepri, salah seorang tokoh pejuang provinsi Kepri, Dato Huzrin Hood tidak mendapat tempat sebagaimana mestinya.  “Kami minta jabatan Hamidi sebagai sekwan dicopot,” katanya.

Pada kesempatan itu, para pengunjuk rasa ditemui oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Pariwisara, Buralimar mewakili Pemprov Kepri. Ia menyampaikan rasa terimakasih atas aspirasi dari pengunjuk rasa. “Kami akan sampaikan dan kaji kembali,” kata Buralimar.

(ret)