Waduk Air Bersih di Batam Makin Kritis, Krisis Air Makin Dekat
Dam Nongsa yang tampak sudah semakin mengering
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Musim kering membuat permukaan air sejumlah waduk di Batam, Kepulauan Riau, menyusut hingga lebih dari 4 meter. Bahkan, usia pakai dua waduk di Nongsa dan Sungai Harapan kurang dari empat bulan lagi, diperkirakan kering.
Waduk Nongsa dengan kapasitas produksi 60 liter per detik terpaksa dipangkas separuh produksinya. Bahkan, operasional waduk itu akan benar-benar berhenti jika permukaan tidak kunjung naik. Permukaan waduk itu telah berkurang 4,2 meter.
Sementara itu, Waduk Sungai Harapan yang memenuhi kebutuhan sedikitnya 50.000 orang juga akan segera dikurangi kapasitas produksinya. Dari 210 liter per detik, kapasitasnya akan dijadikan maksimal 140 liter per detik.
Pengurangan itu untuk memberi kesempatan waduk memulihkan cadangannya. Meski demikian, pemangkasan separuh kapasitas tak banyak menolong. "Harapannya hanya pada hujan yang di luar kekuasaan kami," ujar Manajer Komunikasi Adhya Tirta Batam (ATB) Enriqo Moreno beberapa waktu lalu.
Curah hujan di Batam menurun sejak 2014. Kondisi itu diperburuk dengan pendangkalan dan kerusakan daerah penyangga waduk. Kerusakan daerah penyangga mengurangi kemampuan waduk memulihkan diri. "Air seharusnya ditangkap di daerah penyangga, lalu diresapkan ke waduk," ujarnya.
Kerusakan daerah penyangga juga membuat pendangkalan sulit dicegah. Tanah terbawa hujan dan menumpuk di dasar waduk. Khusus di Waduk Duriangkang, pendangkalan diperburuk oleh peternakan ikan dan limbah rumah tangga yang dibuang tanpa pengolahan. "Kualitas air semakin buruk karena limbah dari beberapa permukiman langsung masuk ke sana," ujarnya.
BP Batam tengah membersihkan Waduk Duriangkang dari keramba ilegal. Perkebunan di daerah penyangga juga digusur. Secara rutin ada patroli untuk mengendalikan pembalakan liar.
Selain itu, tengah disiapkan pula proyek instalasi pengolahan air limbah (IPAL) perkotaan. Program itu antara lain mencegah limbah permukiman masuk ke waduk tanpa diolah.
Selain merawat waduk, BP Batam juga mengantisipasi menjaga ketersediaan air Batam dalam jangka panjang. Lembaga itu terus menjajaki penyaluran air untuk Batam dari Bintan dan Lingga di Kepulauan Riau hingga ke Kampar di Riau.
sumber: kompas
[snw]

Komentar Via Facebook :