Lis Darmansyah: Kelangkaan Solar di Tanjungpinang karena Mafia Jual BBM ke Pertambangan
Antrean kendaraan membeli solar di salah satu SPBU Tanjungpinang. (Foto: Sutana/batamnews)
Tanjungpinang - Kelangkaan bahan bakar minyak jenis solar di Kota Tanjungpinang makin parah. Antrean kendaraan diesel yang mengular menjadi pemandangan masif setiap hari.
Ketua DPRD Provinsi Kepri sementara Lis Darmansyah menuding mafia solar bermain dan berimbas pada kelangkaan bahan bakar di ibukota Provinsi Kepulauan Riau.
Mafia solar ini, ungkap Lis sengaja menimbun solar lalu dijual ke pertambangan pasir yang ada di Pulau Bintan.
"Saya menyakini langkanya BBM jenis solar di Pulau Bintan ini, karena para mafia minyak bermain untuk mencari keuntungan pribadi dan kelompoknya," ungkap Lis di Tanjungpinang, Senin (16/9/2019).
Ia menyebutkan untuk mengungkap benar tidaknya mafia solar ini menimbun solar lalu dibawa ke tambang pasir, bisa dicek ke lokasi yang ada pertambangan pasir tersebut.
"Tanya pemilik tambang itu, solar dapat dari mana?. Mendapatkannya dengan cara apa?. Kita juga bisa mengecek kondisi mobil-mobil yang mengisi solar itu, apakah ada yang memodifikasi tankinya," ujarnya.
Imbas bermainnya mafia BBM solar ini tambahnya mengakibatkan transportasi angkutan dan jasa lainnya di Tanjungpinang dan Bintan terganggu.
Bagaimana tidak sebutnya, sopir truk, angkutan umum dan taksi untuk mendapatkan solar ini harus mengantre 2,5 jam hingga 3 jam lamanya, bahkan ada yang lebih dari itu.
"Saya sudah turun langsung dan berdialog dengan para sopir itu, mereka mengeluh sulitnya mendapatkan solar, dan ini berimbas ke penghasilan. Karena para sopir ini satu hari hanya bisa menarik satu trip saja, sisanya ngantre di SPBU," tuturnya.
Politikus PDI Perjuangan ini juga menegaskan lagi, melihat masalah ini jangan dianggap normatif seperti apa yang disebutkan Pertamina, bahwa stok dan suplai lancar selama ini. Namun kenyatannya sampai detik ini masyarakat kesulitan mendapatkannya.
Selain itu tambahnya melihat kondisi seperti ini pemerintah dan pihak terkait lainnya jangan menganggap sepele, karena ini sebenarnya masalah serius dan harus segera diselesaikan.
"Kita bisa melihat sendiri kalau suplai lancar tidak mungkin antrian mobil sepanjang ini di semua SPBU. Ini jelas ada yang bermain dan pasti ada mafia solar," katanya.
(sut)

Komentar Via Facebook :