Wakapolda Minta Jajarannya Tindak Tegas Pelaku Narkoba di Kepri

Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah saat melakukan press release Operasi Antik Seligi 2019 (Foto:Yude/Batamnews)

Batam - Jumlah kasus narkotika yang ditemukan oleh Polda Kepri dan jajarannya pada Operasi Antik Seligi 2019, meningkat sebanyak 20 kasus dibandingkan tahun 2017 lalu. Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah, pun merasa prihatin.

Saat press release hasil Operasi Antik Seligi 2019 mengenai tindak pidana narkotika di Polda Kepri, Yan mengatakan, selama berpuluh-puluh tahun tinggal di Kepri, ia sudah mengetahui tempat-tempat serta siapa-siapa saja pelakunya.

“Tapi Insya Allah dengan hari ini saya melakukan press release, saya akan meminta kepada jajaran saya agar lebih keras melakukan tindakan tegas kepada para pelaku narkoba. Tidak ada lagi upaya yang lembut, yang soft kepada pelaku tindak pidana narkoba,” kata dia, Rabu (11/9/2019).

Yan Fitri melanjutkan, tindakan tegas kepada para pelaku kejahatan narkotika memang harus dilakukan. Pasalnya sudah membahayakan kehidupan bangsa dan negara serta generasi muda kedepannya.

“Karena kita tahu, Polda Kepri ini merupakan wilayah perbatasan dengan beberapa negara sekaligus. Yang menjadi salah jalur masuknya narkoba di Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia yang kita cintai dan kita jaga keberlangsungannya kedepan,” ucapnya.

Kepada para tersangka, Yan Fitri juga merasa sangat miris dengan apa yang mereka lakukan karena sebagian dari mereka adalah orang yang tinggal di wilayah Kepri.

“Saya sangat kecewa dengan hal ini, saya merasa sedih dengan ada saudara-saudara saya sekampung di sini. Ada saudara-saudara saya yang dari Aceh, Medan, Flores yang menjadi bagian dari kejahatan narkotika ini,” kata Yan Fitri.

Yan Fitri berharap, kepada stakeholder dan komponen masyarakat turut serta membantu memerangi kejahatan narkotika yang ada di Kepri khususnya.

(ude)