Anggota DPRD Nyimas Novi Ujiani Kaget Ada Prostitusi Online di Karimun

Anggota DPRD Nyimas Novi Ujiani Kaget Ada Prostitusi Online di Karimun

Anggota DPRD Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani. (Foto: Edo/batamnews)

Dodo

Karimun - Keberadaan praktik prostitusi di Villa Kavling, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun dinilai melukai daerah berjuluk Bumi Berazam itu.

Anggota DPRD Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani mengapresiasi Polda Kepri karea berani membongkar kasus prostitusi yang diduga melibatkan anak di bawah umur di lokasi tersebut.

"Saya kaget dan kecolongan dengan mendengar kasus itu. Kita juga apresiasi pihak Polda Kepri yang telah berani mengungkap," ujar Nyimas, Senin (9/9/2019).

Anggota DPRD dari Fraksi PKB ini juga menyebutkan, sudah seyogyanya seluruh pihak untuk merapatkan barisan, agar persoalan yang bertentangan dengan azam tersebut selesai.

"Saya juga bicara sebagai konteks perempuan. kepada Pemerintah dan steakholder terkait, mari sama-sama merapatkan barisan tentang hal ini," katanya.

Ketua Muslimat NU Kabupaten Karimun itu juga menyebutkan, bahwa agar kepolisian dapat terus mengejar dan menindak tegas otak pelaku yang terlibat di dalam kasus prostitusi online.

"Karena ini pasti ada dalang yang harus dicari hingga ke akar-akarnya. Siapa ini dalang yang sebenarnya, jadi saya berharap hal ini harus diusut tuntas dan ditindak tegas," ujarnya.

Sebelumnya, polisi menggerebek sebuah rumah di Villa Kavling, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau pada Jumat (6/9/2019).

Baca: Prostitusi Online di Karimun: Puluhan Gadis Muda Berpakaian Seksi saat Digerebek Polisi

Dalam penggerebekan tersebut, petugas Subdit V PPA Direktorat Kriminal Umum Polda Kepri mengamankan germo dan 26 gadis belia yang diduga dipekerjakan dalam bisnis esek-esek ini.

Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Kepri AKBP Ari Darmanto saat dihubungi Batamnews mengatakan, puluhan gadis berusia muda itu dijadikan komoditas germo untuk melayani pria hidung belang.

"Kita amankan di kawasan Villa Kavling Tanjung Balai Karimun para gadis yang akan dijual melalui aplikasi online dan germo dan beberapa karyawan sudah dibawa ke Polda Kepri," ujarnya.

(aha)
 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :