Billy Berulah Lagi, Ini Reaksi Kapolres Karimun

Kapolres Karimun AKBP Hengky (Foto: Batamnews)

Karimun - Aksi koboi kembali diperlihatkan seorang pengusaha di Karimun, Billy, bersama sejumlah orang lainnya di sebuah kelenteng di Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau. Aksi itu terekam CCTV saat sejumlah orang memukul seorang pemuda pada Sabtu malam.

Kasus ini pun sudah dilaporkan ke Polres Karimun.Laporan tersebut telah masuk dan diterima penyidik. Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya yang dikonfirmasi membenarkan laporan tersebut.

"Benar, ada laporan yang masuk mengenai kejadian itu," kata Hengky.

Menurut Hengky, pihaknya akan memproses laporan tersebut sesuai dengan jalurnya. Namun, akan memeriksa saksi-saksi terlebih dahulu.

"Kita akan proses, kita akan minta ketrangan saksi dan juga kedua belah pihak," ujarnya.

Namun, dari laporan yang diterima oleh Kapolres, kedua belah pihak saling melaporkan ke Polres Karimun.

Menurut informasi, pihak Billy melaporkan atas kasus yang dialami oleh adiknya.

"Mereka saling melaporkan, maka kita akan selidiki kasus tersebut. Sejauh ini, baru itu yang dapat saya sampaikan," ujar Hengky.

Polres Karimun akan berlaku profesional dalam menangani kasus tersebut. Sama halnya dengan kasus sebelumnya, dimana Satreskrim Polres Karimun telah melakukan gelar perkara di Polda Kepri.

"Kasus sebelumnya kita gelarkan di Polda, itu berarti kita serius untuk menangani," ucapnya.

Billy bersama sejumlah rekannya terekam CCTV diduga tengah mengintimidasi seorang pria di kelenteng Cetiya Aria Deva, Kelurahan Baran, Karimun. Tampak beberapa kali bocah tersebut dipukuli, Sabtu malam (10/8/2019).

Panitia kelenteng, Ciope, membenarkan kejadian tersebut. Ia baru tahu setelah orangtua korban yang dipukul menanyakan perihal penganiayaan terhadap anaknya.

"Orangtua anak itu tanya, 'kenapa anak saya dipukul di kelenteng?" ujar Ciope kepada Batamnews, Senin (12/8/2019).

Ciope pun kaget. Ia pun meminta pihak kelenteng memeriksa rekaman. "Setelah diperiksa rekaman ternyata benar, itu si Billy pukul orang," ujar Ciope.

Menurut Ciope, orangtua anak tersebut sudah melapor ke Polres Karimun. Ciope pun meminta Polres Karimun segera menindaklanjuti laporan tersebut.

(aha)