Warga Resah Billy Bikin Onar di Kelenteng Cetiya Aria Deva Karimun

Sejumlah orang yang diduga berbuat onar di Kelenteng Cetiya Aria Deva (Foto: Batamnews)

Batam - Seorang pengusaha di Karimun, Billy, kembali berulah. Kali ini Billy diduga membuat onar di sebuah kelenteng di Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau, Sabtu malam.

Billy bersama sejumlah rekannya terekam CCTV diduga tengah mengintimidasi seorang pria di sebuah kelenteng. Tampak beberapa kali bocah tersebut dipukuli. 

Pengurus kelenteng, Ciope, membenarkan kejadian tersebut. Ia baru tahu setelah orangtua korban yang dipukul menanyakan perihal penganiayaan terhadap anaknya.

"Orangtua anak itu tanya, 'kenapa anak saya dipukul di kelenteng?" ujar Ciope kepada Batamnews, Senin (12/8/2019).

Baca juga:  Billy Berulah Lagi, Ini Reaksi Kapolres Karimun

Ciope pun kaget. Ia pun meminta pihak kelenteng memeriksa rekaman. "Setelah diperiksa rekaman ternyata benar, itu si Billy pukul orang," ujar Ciope.

Ciope pun meminta Polres Karimun segera menindaklanjuti laporan tersebut. "Orangtua anak yang dipukul sudah lapor ke polisi," ujar Ciope.

Kuasa hukum, Richardo, James Sibarani ikut mengomentari mengenai Billy dan kasus yang tengah ia tangani.

"Aksi Billy ini sudah sangat meresahkan. Saya juga ingin tahu siapa sebenarnya Billy, kenapa sulit sekali menangkapnya, apa harus kehilangan nyawa lebih dahulu baru ditangkap?" ujar James Sibarani, kuasa hukum Richardo, korban penganiayaan, Senin (12/8/2019). 

James mengatakan, terkait kasus yang menimpa kliennya, hingga saat ini Billy tak kunjung ditahan. Padahal sejumlah saksi dan bukti sudah cukup untuk menahan Billy. 

"Kita juga minta saksi-saksi diperiksa penyidik diantaranya, ibu Richardo, sekuriti Hotel Satria. Sekuriti dan beberapa saksi lainnya membenarkan melihat Richardo lari dari atas ke bawah di Hotel Satria," ujar James.

Baca juga: Billy: Saya Siap Sumpah Pocong, tapi...

Begitu juga, saksi pihak Hotel Golden Karimun, Among, membenarkan cerita Richardo. Polisi, kata James, juga sudah mengambil keterangan saksi dari Hotel Wiko, Acuan.

"Acuan melihat kondisi Richardo bengkak-bengkak, dan sempat ia ngasih uang ke Richardo," ujar James.

Menurut James, kalau polisi menunggu pengakuan BIlly tentu tak akan mengaku. Polisi tentu sudah memiliki saksi dan bukti. "Tapi bagaimana pun kita masih percaya pada pihak kepolisian," ujar James.

(snw)