ICMI Nilai Al Ichsan Potensial Maju Pilwako Batam 2020

ICMI Nilai Al Ichsan Potensial Maju Pilwako Batam 2020

Organisasi Daerah (Orda) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Batam menggelar dialog kebangsaan (Foto:Dyah/Batamnews)

Batam - Melihat pentingnya fungsi pemuda di era milenial saat ini, Organisasi Daerah (Orda) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Batam menggelar dialog kebangsaan dengan tema "Tokoh Muda Batam untuk Pemimpin Kedepan".

Dialog ini dilaksanakan di One Dozen Cafe, Ruko Mahkota Raya Blok F Nomor 08 Batam Center, Jumat (25/7/2019) sore.

Sekretaris Jendral (Sekjen) Orda ICMI Kota Batam, Raden Dwi Wahyu mengatakan, tujuan dialog yang dihadiri oleh para muda ini, untuk menunjukkan bahwa saat ini kaum muda adalah kelompok yang sangat potensial dalam kemajuan bangsa.

Tentunya, potensi ini harus dimanfaatkan untuk mendampingi tokoh-tokoh maupun pemimpin politik Batam kedepannya.

"Ini adalah orang-orang muda yang harus diberi haluan 2020 karena orang muda ini kan kelompok potensial, yang bisa mendampingi orang mapan. Seperti misalnya Pak Rudi dan Pak Lukita yang sudah mapan dalam politik. Selain itu orang-orang muda ini adalah orang yang cukup punya potensi untuk diberi laluan memimpin Batam kedepan," kata Dwi.

Tentunya sebagai organisasi kepemudaan, ICMI juga akan melibatkan diri dalam ajang politik 2020. Salah satunya dengan memunculkan tokoh-tokoh muda yang memiliki potensi untuk memimpin Batam.

Saat ini ICMI memunculkan 5 orang dari non partai. 5 orang yang coba dimunculkan sebagi tokoh muda non partai ini, dihadirkan ICMI satu persatu dalam dialog kebangsaan secara bergantian.

Orang-orang muda yang coba dimunculkan ICMi adalah orang-orang yang dinilai potensial dan layak untuk diberi laluan kepemimpinan Batam 2020. Salah satunya pendiri Ichsan Foundation, Muhammad Al Ichsan.

Ichsan menjadi salah satu tokoh yang coba dimunculkan ICMI karena dinilai memiliki manajerial yang bagus baik kiprahnya dalam organisasi daerah maupun manajerial dalam bisnisnya.

"Disini kami ICMI tidak mengatakan mendukung beliau, tapi memberikan laluan untuk mengikuti kontestasi politik. Pola pikir dia juga cukup luar biasa, artinya memberikan warna yang baru. Kalau kemarin berkutat pada pariwisata dan ekonomi kreatif, saat ini basisnya luar biasa, ada agama yang beliau landaskan. Seperti yang dikatakan tadi, Batam adalah miniatur Indonesia," ujarnya.

Nama Muhammad Al Ichsan sebenarnya memang sempat muncul dalam Bursa Wali Kota Batam, dan mendapat cukup perhatian dari warga. Namun terkait dukungan yang coba ditunjukkan ICMI, dia mengatakan saat ini ia masih belum memutuskan bertarung. Dia hanya mengikuti restu dari masyarakat.

Artinya ketika masyarakat merestui dan mendukung dia untuk mengemban amanah tersebut, dan bertanding dalam laga Pemilihan Wali Kota (Pilwako), dirinya harus siap. Tentunya keputusan untuk maju tersebut,  dilandaskannya pada suara masyarakat Batam.

"Itu hal yang biasa saja bukan hal yang berat terkait Pilkada. Tapi ini adalah amanat yang sangat besar. Sehingga saat ini yang dibutuhkan ridha yang tulus, dukungan yang tulus sehingga akan banyak melibatkan kepentingan banyak pihak. Saya tidak mengatakan tidak siap, saya ini petarung, tapi saya petarung yang sopan," tutur Ichsan.

Ia menilai, seorang pemimpin selain menanggung amanat yang besar juga perlu disiplin dan komitmen yang kuat. Dalam hal ini tentu banyak yang harus dipersiapkan.

Dukungan masyarakat juga sangat diperlukan dan diperhitungkan sebagai poin pertana olehnya, karena nantinya sehebat apapun pemimpin tidak akan bisa bekerja sendiri, akan membutuhkan bantuan dari seluruh elemen masyarakat.

"Saya tidak menyatakan saya maju karena yang menyatakan itu masyarakat. Tapi jika amanah itu diberikan, saya ingin jadi pemimpin yang amanah yang berbicara tentang masyarakat luas dunia dan akhirat," ucap Ichsan.

"Karena sehebat apapun, sepintar apapun pemimpin, apabila semua dibebankan kepada mereka, itu tidak akan mampu. Mari kita sampaikan sesuatu hal yang tidak nyaman kepada pemimpin kita sampaikanlah ditempat yang elok dan sopan," pungkasnya.

(das)

Komentar Via Facebook :