Novelis Cilik, Christy Meythresia Wakili Batam di Hari Anak Nasional 2019

Christy Meythresia Margareth Purba (Foto: ist)

Batam - Christy Meythresia Margareth Purba (16), siswi SMA Negeri 5 Batam terpilih menjadi perwakilan Batam untuk mengikuti Hari Anak Nasional 2019 di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (24/7/2019).

Christy terpilih mengikuti kegiatan tersebut setelah menang lomba kategori menulis essai dan foto yang diselenggarakan oleh savethechildren.org yang diperuntukkan untuk anak usia di bawah 17 tahun.

“Christy sangat senang. Apalagi dia juga didampingi oleh mamanya untuk berada di Makassar selama tiga hari,” ujar sang ayah, Mortigor Afrizal Purba kepada batamnews.co.id, Rabu (24/7/2019).

Mortigor menyebutkan, awalnya dia tidak mengetahui kabar tersebut setelah dia mengecek sendiri kepastian tersebut.

 

Christy (tengah) bersama peserta lomba kategori menulis essai dan foto yang diselenggarakan oleh savethechildren.org.

 

“Christy mengikutinya setelah saya sampaikan flyer yang dikirimkan oleh teman dan kemudian saya cek kepastiannya melalui media sosial,” ucapnya.

Mortigo mengatakan, dia juga sebenarnya tidak terlalu terkejut dengan lolosnya Christy. Karena Christy sudah terbiasa menulis dalam kehidupan kesehariannya, bahkan sejak SMP dia sudah menulis.

“Terbukti dengan sudah terbitnya dua novel detektif yang berjudul Unique Message dan Empty World. Saat ini Christy sedang menyelesaikan novel ketiganya ber-genre romance,” ucap Mortigo.

Mortigo menyebutkan, Christy berharap dengan kemampuan menulis yang dimilikinya, dia bisa menatap masa depan dengan lebih baik.  “Salah satunya adalah bisa kuliah di universitas yang berkualitas sesuai dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki,” katanya.

Saat ini Christy bersekolah di SMA Negeri 5 Batam, baru saja naik ke kelas XI IPS. Sejak SMP Negeri 11 Batam Christy sudah mulai menulis.

“Mudah-mudahan setelah keikutsertaan Christy dalam mengikuti Hari Anak Nasional 2019 di Makassar ini, semua pihak bisa lebih menghargai anak didik yang berkemampuan dalam literasi,” ujar Mortigo.

(ude)