Kasus Suap Izin Reklamasi di Kepri

Uang di Rumah Dinas Gubernur Kepri Nyaris Setara Harta Kekayaan Nurdin Basirun

Uang di Rumah Dinas Gubernur Kepri Nyaris Setara Harta Kekayaan Nurdin Basirun

Petugas KPK saat melakukan penggeledahan (Foto: Adi)

Tanjungpinang - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah dinas Gubenur Kepri Nurdin Basirun hingga Jumat malam. Selain rumah dinas, pengggeledahan dilakukan di tiga lokasi lainnya.

Dari hasil penggeledahan tersebut KPK menemukan uang senilai Rp 5,3 miliar. Nilai uang yang ditemukan KPK tersebut nyaris sama dengan jumlah harta kekayaan Nurdin Basirun.

Berdasarkan dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disetor oleh Nurdin Basirun ke KPK pada 2018, total nilai hartanya per tahun 2017 mencapai Rp 5,8 miliar. 

Dalam penggeledahan tersebut ditemukan 13 tas beserta kardus. Diduga tempat penyimpanan uang.

Uang tersebut terdiri dari pecahan rupiah dan asing di Rumah Dinas Kepulauan Riau Nurdin Basirun, Jumat (12/7/2019). 

"Uang pecahan rupiah Rp 3,5 miliar, USD 33.200  dan SGD 134.711," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

Penggeledahan ini terkait penanganan kasus dugaan suap izin prinsip reklamasi di Tanjung Piayu dan dugaan penerimaan gratifikasi yang menjerat Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

KPK telah menetapkan Nurdin Basirun sebagai tersangka dan menahannya. KPK juga menahan 3 tersangka lain yakni Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemprov Kepri Edy Sofyan (EDS), Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Pemprov Kepri Budi Hartono (BUH) dan satu pihak swasta bernama Abu Bakar (ABK).

Sebelumnya, mantan kapten kapal itu menjabat sebagai Wakil Gubernur Kepri. Nurdin menduduki jabatan Gubernur Kepri karena pendahulunya, Muhammad Sani, wafat.

Muhammad Sani juga sudah berpasangan dengan Nurdin semenjak meminpin kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Nurdin kemudian menjadi Bupati di sana selama dua periode. 

Di daerah Karimun, Nurdin memiliki 10 tanah yang berkontribusi besar pada nilai harta kekayaannya.

Berikut detail rincian harta Nurdin Basirun:

I. DATA HARTA 

A. Tanah dan bangunan Rp4.461.428.564. 

1. Tanah dan Bangunan Seluas 128 m2/122 m2 di Karimun hasil sendiri Rp200.000.000. 

2. Tanah Seluas 4520 m2 di Karimun hasil sendiri Rp253.000.000. 

3. Tanah dan Bangunan Seluas 1850 m2/539 m2 di Karimun hasil sendiri Rp1.912.878.564. 

4. Tanah Seluas 1290 m2 di Karimun hasil sendiri Rp64.500.000. 

5. Tanah Seluas 4152 m2 di Karimun hasil sendiri Rp830.400.000. 

6. Tanah Seluas 3356 m2 di Karimun hasil sendiri Rp167.800.000. 

7. Tanah Seluas 9637 m2 di Karimun hasil sendiri Rp481.850.000. 

8. Tanah Seluas 7332 m2 di Karimun hasil sendiri Rp366.600.000. 

9. Tanah Seluas 1686 m2 di Karimun hasil sendiri Rp84.300.000. 

10. Tanah Seluas 2002 m2 di Karimun hasil sendiri Rp100.100.000. 

B. Alat transportasi dan mesin Rp370.000.000. 

1. Mobil Honda CR-V JEEP Tahun 2005 hasil sendiri Rp180.000.000. 

2. Mobil Toyota New Camry Tahun 2011 hasil sendiri Rp80.000.000. 

3. Mobil Honda CRV Tahun 2012 , hasil sendiri Rp110.000.000. 

C. Harta bergerak lainnya Rp460.000.000. 

D. Surat berharga Rp. (tidak ada) 

E. kas dan setara kas Rp581.691.952. 

F. Harta lainnya Rp (tidak ada) Sub Total Rp5.873.120.516 

III. Utang Rp (tidak ada) 

IV. Total Harta Kekayaan Rp5.873.120.516

(adi)