H-5 Lebaran, Arus Mudik di Pelabuhan Sekupang Membeludak

Wali Kota Batam HM Rudi bersama rombongan mengecek arus mudik lebaran di Pelabuhan Domestik Sekupang. (Foto: istimewa)

Batam - Menjelang puncak arus mudik Pelabuhan Domestik Sekupang terlihat membeludak. Bahkan kapal sudah diberangkatkan ke berbagai tujuan sejak subuh tadi. 

Hal ini terlihat dari peninjauan yang dilakukan Wali Kota, Wakil Wali Kota, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Batam Pada H-5 hari raya Idul Fitri 1440 H/2019, Sabtu (1/6/2019).

Rudi mengakui kepadatan penumpang di pelabuhan tak seperti yang ia bayangkan. Tapi ternyata ini disebabkan sebagian besar penumpang sudah diberangkatkan dengan kapal subuh.

Terkait kondisi dan fasilitas pelabuhan, menurut Rudi sudah cukup memadai. Fisik bangunan yang baru dan bersih membuat penumpang tampak nyaman meski sebagian duduk di lantai.

"Cukup bagus. Tapi tadi Pak Kapolres (Barelang) bilang ke pengelola kenapa di (ruang) atas tak dingin seperti di bawah. Kita minta tambah pendingin tapi mungkin untuk tahun depan. Tahun ini tak sempat lagi," katanya. 

Pelabuhan domestik Sekupang ini melayani pelayaran antar pulau dalam satu provinsi, Kepulauan Riau, hingga ke provinsi tetangga, Riau. Seperti ke Tanjungbatu, Tanjungbalai Karimun, Kundur, Selatpanjang, Tembilahan, sampai Dumai.

Terkait harga tiket kapal antar pulau ini, Rudi menjelaskan sudah diatur dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Kepri. Selama ini operator kapal menggunakan tarif jauh di bawah batas atas yang tercantum di SK tersebut. Pada musim puncak penumpang seperti sekarang, harga sedikit dinaikkan.

"Orang itu biasa jual di bawah SK. Hari ini mereka coba sesuaikan dengan SK Pak Gubernur, tapi masih tetap di bawah (batas atas)," jelasnya.

Sedangkan soal ketersediaan kapal, para operator kapal mengaku siap menambah jadwal maupun armada apabila dibutuhkan. Hal ini disampaikan langsung kepada Wali Kota tersebut.

"Soal kapal tak masalah. Ada. Antar pulau ini tak ada masalah sebenarnya. Kalau kurang kita tambah. Berapa penumpang pun kalau ada masalah bisa kita kita hubungi pengelola kapal. Kalau dibutuhkan nanti akan kita hubungi untuk penambahan kapal," ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki mengatakan pihaknya menyiapkan 11 pos pengamanan terpadu untuk operasi ketupat seligi ini. Selain itu juga ada 12 pos pantau untuk lalu lintas.

"Serta pos bergerak, khususnya di laut. Tempat keramaian seperti mal kita ada pasang pengamanan dari pos, bersama satuan pengamanan di mal," ujarnya.

(ret)