Pengamat: Wacana Referendum Aceh Gara-gara Prabowo Kalah

Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem (Foto: Ist)

Jogja - Rektor Universitas Nahdatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Purwo Santoso, berharap masyarakat Aceh berpikir matang dan jernih untuk mengusulkan referendum. Purwo menilai pernyataan Muzakir Manaf atau Mualem, adalah sebuah tantangan terbuka dan konfrontatif.

Ketua DPA Partai Aceh (PA) Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, mengungkapkan hal itu di depan  Plt Gubernur Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Kajati Aceh, dan sejumlah petinggi lain di Aceh merupakan sebuah tantangan terbuka dan konfrontatif.

Baca juga: 

Sosok Mualem Muzakkir Manaf yang Bikin Heboh Soal Referendum Aceh

Mualem: Aceh Lebih Baik Referendum Ikut Langkah Timor Leste

Purwo Santoso menyatakan, tidak cukup alasan untuk meyakini klaim mereka. Kalau dari  pilihan kata-katanya, mereka ingin menegosiasikan sesuatu. Tetapi tidak sebesar/seberat kemerdekaan Aceh.

Melihat pernyataan Muzakir Manaf tersebut,  Purwo Santoda menduga hal ini ada kaitannya dengan kekalahan pasangan capres cawapres 02 PrabowoSandiaga, karena adanya kedekatan Muzakir Manaf dengan Paslon 02.

“Patut diduga,” kata Purwo Santoso,  krisis itu sejatinya adalah jendela lebar untuk mengusung perubahan.

“Entah pejuang perubahan maupun penumpang gelap, bisa memanfaatkan,” katanya.

Baca juga: Tokoh Muda Dukung Aceh Referendum

Namun, sepertinya, upaya sejumlah eksponen menggedor perubahan dengan menciptakan narasi krisis, tidak berhasil.

“Yang mulai nongol dan ikut membonceng, segera ketahuan. Semoga Aceh kita tidak perlu lagi bermain-main dengan kedaruratan, Muzakir Manafa memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan,” katanya.

(snw)