BP Batam Beri Kode Pelabuhan Pelni Kembali ke Sekupang

BP Batam Beri Kode Pelabuhan Pelni Kembali ke Sekupang

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi. (Foto: Batamnews)

Batam - Kunjungan Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi untuk meninjau kesiapan mudik di Pelabuhan Pelni Batuampar memberikan alternatif agar pelabuhan penumpang tersebut dipindahkan kembali ke Sekupang.

Pelabuhan Batu Ampar selama ini memang diperuntukkan untuk bongkar muat kontainer. Warga pun selama ini mengeluhkan jarak ruang tunggu hingga harus berjumpa dengan truk-truk besar industri ketika akan masuk ke pelabuhan.

Pemindahan pelabuhan Batu Ampar sebelumnya atas perintah Ignasius Jonan, Menhub saat itu yang miris melihat kondisi Pelabuhan Beton Sekupang.

Akhirnya pertengahan 2016, penumpang Pelni pindah ke Pelabuhan Batu Ampar. Namun sayangnya Batu Ampar pun tak berbenah secara baik sebagai pelabuhan penumpang Pelni hingga kini.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Irawady mengatakan bahwa pihaknya sementara waktu ini akan melakukan pembenahan terhadap pelabuhan Pelni Batuampar. "Iya, harus dibenerin," ujar Senin (27/5/2019).

Ia juga mengakui dengan kondisi Pelabuhan Pelni. Menurutnya Menhub sudah banyak melihat kondisi pelabuhan dengan kondisi yang sama seperti Pelabuhan Pelni Batuampar.  "Batam ini persinggahan dan tujuan, masak (pelabuhannya) dari dulu kumuh," ucapnya.

Saat ini, kata Edy pihaknya saat ini juga menindaklanjuti permintaan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelumnya untuk menurunkan biaya tambang angkutan ekspor ke luar negeri.

"Maka area pelabuhan Batu Ampar itu (sebenarnya) sudah diperuntukan bagi pengembangan pelabuhan kontainer modern, pelabuhan loss cargo seperti di (dermaga) Bintang 99 dan pelabuhan rakyat antar pulau di makobar," kata Edy.  

Pihaknya juga memberi kode untuk mengembalikan posisi pelabuhan Pelni ke Sekupang, sehingga angkutan laut penumpang terintegrasi dan dapat beroperasi secara modern dan nyaman di Sekupang.

"Saya bilang pak menteri sangat aneh, Batam ini letak geografis dan tujuan awal pembangunan Batam adalah logistics hub dan bandar niaga kawasan nusantara," katanya.

Ia menilai barang murah karena Free Trade Zone (FTZ) tetapi kemudian disitribusikan menjadi mahal baik antar pulau maupun ekspor padahal Batam juga merupakan Free Port Zone.

Menurutnya tidak ada pelabuhan barang yang besar modern di Batam, dimana dapat mengintegrasikan perniagaan seluruh nusantara dan sekaligus mengkoneksikan perniagaan dunia.

(ret)


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews