May Day, Ribuan Buruh di Batam Bergerak ke Graha Kepri

May Day, Ribuan Buruh di Batam Bergerak ke Graha Kepri

Pergerakan massa buruh ke Graha Kepri. (Foto: Yogi/Batamnews)

Batam - Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam mulai mendatangi kantor Graha Kepri, Batam Center, Rabu (1/4/2019. Aksi turun ke jalan dalam rangka memperingati May Day 2019.

Terlihat massa berdatangan dari berbagai daerah di Kota Batam. Ribuan buruh mengenakan baju seragam merah berlogo FSPMI.

Masa yang baru datang didominasi buruh perempuan. Seperti biasa, aksi dikomandoi dengan mobil pangung yang sudah disediakan.  Beberapa bendera FSPMI dikibarkan. Ada juga serikat lain yang baru berdatangan.

Nampak juga puluhan aprat kepolisian berjaga di lokasi aksi. Di baris terdepan yang langsung berhadapan dengan buruh adalah para polwan.

Jalur didepan graha kepri sedikit macet. Hingga saat ini sudah kembali normal. Namun arus kiri didepan Graha Kepri ditutup total.

"Kita inginkan buruh yang sejahtera, kita perjuangan dihari May Day ini," kata orator sambil berteriak 'Hidup buruh' disambut ribuan masa.

Ada enam tuntutan yang akan disampaikan buruh dalam aksi besok. Mustafa menyebut tuntutan tersebut menolak upah murah, menuntut Presiden atau pemerintah terkait mencabut PP 78/2015 dan menaikkan komponen kebutuhan hidup layak (KHL) menjadi 84 items.

Kemudian meminta pemerintah menghapus praktik outsourcing dan juga konsep pemagangan yang berkedok outsourcing. Pemerintah diminta meningkatkan manfaat jaminan kesehatan dan jaminan pensiun bagi para pekerja.

Mereka juga mendesak pemerintah menurunkan tarif dasar listrik dan harga sembilan bahan pokok.

Sedangkan dua tuntutan lain buruh menginginkan pemerintah meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan guru, tenaga honorer serta pengemudi ojek online dan mememinta pemerintah menegakkan demokrasi yang jujur dan damai, khususnya dalam Pemilu 2019 ini.

(tan)