Pendapatan Bandara Hang Nadim Tak Terpengaruh Naiknya Harga Tiket Pesawat

Pendapatan Bandara Hang Nadim Tak Terpengaruh Naiknya Harga Tiket Pesawat

Bandara Hang Nadim Batam terpantau sepi saat hari pertama kebijakan bagasi berbayar dibarengi tingginya harga tiket pesawat, awal Februari lalu. (Foto: Jimmi/batamnews)

Batam - Kenaikan harga tiket angkutan udara membuat jadwal penerbangan banyak yang dibatalkan di bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau. Namun hal itu ternyata tidak berdampak pada target pemasukan negara bukan pajak (PNBP) yang dihasilkan bandara. 

Deputi III Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dwi Eko Winaryo mengatakan target PNBP untuk bandara Hang Nadim pada tahun 2018 sebesar Rp 250 miliar. 

"Sudah Rp 248 miliar tercapai di tahun 2018, dan Rp 11 miliar itu diperoleh pada bulan Januari tahun ini, jadi dengan kata lain target kami tercapai," ujar Dwi di Marketing Center BP Batam, Selasa (16/4/2019). 

Menurutnya target tersebut bisa tercapai karena pihaknya melakukan optimalisasi di sisi pendapatan yang tidak bergantung pada pesawat dan penumpang. 

Baca: Bandara Hang Nadim Masih Sepi, 11 Penerbangan Dibatalkan Tiap Hari

Dari laporan yang diterimanya, pada saat harga tiket mengalami kenaikan masakapai Garuda mengurangi jadwal penerbangannya. Dalam satu hari yang biasanya melayani 4 kali penerbangan menjadi 2 kali penerbangan. 

"Ini mempengaruhi mobilitas juga, tidak hanya garuda, Citilink juga demikian," kata dia.

Selain itu pada kuartal I tahun 2019, kondisi itu juga belum mengalami perubahan dan diperkirakan akan mengurangi jumlah PNBP. 

Akan tetapi, kata Dwi pada bulan April ini ada kebijakan dari Kementerian Perhubungan dan asosiasi pengusaha menyepakati penurunan harga tiket pesawat, walaupun tidak kembali pada harga normal sebelumnya. 

Sehingga saat ini jadwal penerbangan Garuda sudah kembali ke posisi semula, yaitu dapat melayani 4 kali penerbangan setiap harinya. 

"Itu tetap kita upayakan, supaya jadwal penerbangan tetap normal," katanya. 

Lain hal dari sisi kargo yang jumlah pendapatannya mengalami penurunan yang cukup signifikan, karena hal yang sama, ada kenaikan tarif kargo. 

"Karena kenaikan tarif kargo cukup luar biasa, tapi kami tetap optimis PNBP tahun 2019 tetap tercapai," ucapnya. 

(ret)
 

Komentar Via Facebook :