Bandara Hang Nadim Masih Sepi, 11 Penerbangan Dibatalkan Tiap Hari

Bandara Hang Nadim Masih Sepi, 11 Penerbangan Dibatalkan Tiap Hari

Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBH) Hang Nadim Batam, Suwarso. (Foto: dok. Batamnews)

Batam - Memasuki bulan ke-4 tahun 2019 ini, belum ada tanda-tanda kondisi harga tiket pesawat untuk rute domestik bergerak ke arah normal. Padahal sebelumnya berbagai upaya dari berbagai pihak untuk menormalkan harga tiket telah dilakukan.

Menteri Perhubungan juga sudah melakukan upaya untuk memberikan batasan harga bagi maskapai domestik. Hal ini dilakukan menanggapi keluhan dari berbagai pihak. 

Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBH) Hang Nadim Batam, Suwarso mengatakan, realisasi dari upaya tersebut memang masih belum optimal. Sehingga belum memberikan pengaruh pada peningkatan pengguna jasa transportasi udara.

Di Batam sendiri, masih terjadi pembatalan pesawat dalam jumlah yang signifikan. Walaupun pada awal April 2019 ini, sudah ada peningkatan, namun hanya sedikit.

"Masih ada 11 pembatalan setiap hari, jadi masih ada penggabungan penerbangan untuk menutupi sedikitnya penumpang," kata Suwarso, Kamis (4/4/2019).

Sejauh ini jumlah penumpang yang ada di bandara Batam masih berada jauh dari angka normal. Jika sebelumnya jumlah pengguna bandara di Kecamatan Nongsa ini setiap harinya berada di angka tujuh ribu orang, saat ini hanya berada di angka 5.700 orang saja. 

Kondisi ini memang sudah sedikit lebih baik jika melihat jumlah pengunjung pada Februari lalu berada di angka hanya lima ribu orang setiap harinya.

"Kita menunggu realisasi kebijakan itu, saat ini masih seperti sebelumnya, bandara masih sepi," kata Suwarso lagi.

Lebih jauh, Suwarso menjelaskan, kondisi jumlah penumpang di bandara ini akan berlangsung hingga akhir April mendatang. Pihaknya memprediksi akan ada peningkatan jumlah penumpang pada awal Mei nanti, hal ini karena bulan Mei bertepatan dengan masuknya bulan puasa.

Meskipun demikian, Suwarso mengaku tidak menjelaskan besaran peningkatan yang diprediksi. Karena memang kondisi penurunan penumpang sudah berlangsung cukup lama.

"Biasanya awal puasa itu jumlah penumpang meningkat, tapi kita lihat saja nanti," kata Suwarso lagi.

Tak hanya Suwarso hal tersebut juga dirasakan oleh toko oleh-oleh yang memiliki gerai di Bandara Hang Nadim, seperti Nayadam. 

Manager Operasional Nayadam Syarif Hidayatullah mengatakan, penurunan tiket pesawat yang diumumkan menteri belum dirasakan dampaknya oleh mereka. 

"Store kami di Bandara juga masih jalan di tempat. Walaupum ada positifnya sedikitlah. Yang sebelum nya kami bilang omset menurun sampai 60 persen sekarang sudah membaik di angka 50 persen," katanya. 

Momen menjelang bulan puasa dan hari raya Idul Fitri menjadi satu-satunya yang menjadi harapan toko oleh-oleh, termasuk Nayadam. 

"Harapan kami ya di bulan puasa orang-orang lokal Batam pulang kampung itulah dari kami oleh-oleh," jawabnya. 

(das)
 

Komentar Via Facebook :