https://www.batamnews.co.id

Remaja Karimun Terjaring Saat Mabuk, DPRD: Orangtua Harus Bisa Kontrol

Sejumlah ABG terjaring razia petugas gabungan di Karimun. (Foto: istimewa)

Karimun - DPRD Karimun angkat bicara menyusul banyaknya remaja terjaring razia pihak berwajib di kota itu pada Minggu (7/4/2019) dini hari lalu. Mereka terjaring razia saat nongkrong sambli mabuk.

Menyikapi kondisi ini, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Karimun, Sumardi menyebutkan hal itu cukup memprihatinkan. Peran orangtua dalam mengawasi para remaja ini sangat dibutuhkan.

"Yang paling utama tentu saja pengawasan orangtua dan keluarga, agar remaja ini bisa terkontrol," kata dia, Rabu (10/4/2019).

Pergaulan yang sudah melampaui batas yang dilakukan para ABG tersebut, harus menjadi perhatian semua pihak, baik kepolisian, Satpol PP, dinas terkait, serta masyarakat.

Anggota DPRD dari Fraksi Demokrat itu berkeinginan ada tindakan yang dapat mendidik dan mengubah sikap para remaja tersebut, terutama kepada Pemkab Karimun.

"Untuk pemerintah memang harus ada solusinya, bagaimana cara agar generasi muda ini tidak terlibat dalam pergaulan yang dapat merugikan mereka," ujar Sumardi.

Sebelumnya, belasan anak baru gede (ABG) ditangkap saat sedang nongkrong sambil menenggak minuman keras (miras).

Mereka terjaring razia gabungan Satpol PP dan instansi lainnya. Razia menyasar kepada remaja yang masih duduk di bangku sekolah yang masih nongkrong hingga tengah malam.

Baca: Potret Lain ABG di Karimun: Nongkrong Bareng Sambil Ngelem dan Mabuk

Sedikitnya ada 14 orang anak di bawah umur terjaring pada razia pada Minggu (7/4/2019) dini hari. Petugas menyasar tempat-tempat yang selalu ramai oleh para remaja untuk nongkrong.

"Ini merupakan aksi nyata untuk menjaga ketertiban umum. Banyak laporan masyarakat mengenai kenakalan remaja yang mulai meresahkan," kata Kepala Seksi Ketertiban Umun Satpol PP Karimun, Yansen, Selasa (9/4/2019).

Lokasi yang kerap dijadikan tempat nongkrong seperti taman depan RSUD HM Sani, lalu Coastal Area, dan warnet-warnet.

(aha)