Taba Jumpai Masalah Pemilih di Masa Reses

Taba Jumpai Masalah Pemilih di Masa Reses

Wakil Ketua I DPRD Kepri, Taba Iskandar. (Foto: Yogi/Batamnews)

Tanjungpinang - KPU dinilai masih minim sosialisasi. Hal ini dikatakan Wakil Ketua I DPRD Kepri, Taba Iskandar, Selasa (20/3/2019).

Ia mengakui masih banyak menemukan masyarakat yang belum terdaftar sebagai pemilih. "Ini memang aspirasi dari bawah, saya cek ke lapangan juga sosialisasi masih kurang," katanya, Selasa (19/3/2019).

Taba tidak yakin target 70 persen partisipasi pemilih di Provinsi Kepri tercapai.

"Tapi masih ada waktu KPU baik provinsi maupun kabupaten kota untuk mengejar," kata Taba.
 
Beberapa warga belum masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). "Itu hasil peninjauan kita di masa reses beberapa hari kemaren, padahal pendaftaran DPT sudah ditutup beberapa minggu lalu," ujar dia.

Ia merincikan beberapa temuan timnya seperti di daerah Sungai Daun, Piayu Kota Batam. Di kawasan tersebut 150 lebih warga berhak memilih tidak terdaftar sebagai pemilih padahal berdomisili di sana.

"Alasan mereka terkendala administrasi kependudukan yang KTP masih yang lama, tetapi mereka sudah pindah 1 tahun yang lalu, KPU harus mencarikan solusinya," kata dia.

Begitu juga lanjut Taba, di dapil Baloi Kebun, Batam, ia mengkhawatirkan potensi 'TPS bodong'. Ribuan warga di area itu sudah direlokasi terkait lahan.

"Itu mereka berpencar pindahnya ada kabil, dan ada beberapa daerah lain, tetapi TPS masih tetap di tempat yang sama," kata dia.

Taba memperkirakan tidak mungkin warga dengan jumlah ribuan orang itu akan memilih kembali di lokasi itu.

"Apalagi kondisi itu harus dilakukan pengawasan ekstra oleh KPU, warga yang apatis jadi tidak memilih karena itu," katanya.

(tan)