Indonesia Bantu Perempuan Palestina Mandiri

Ilustrasi

Jakarta ‐ Pemerintah Indonesia turut membantu para perempuan Palestina yang mengungsi di Amman, Yordania, untuk bisa mandiri. Caranya adalah dengan memberikan kursus wirausaha.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dalam penyataan yang dikeluarkannya seperti dilansir dari CNNIndonesia, Rabu (6/3/2019), mengatakan, ia ingin mendedikasikan hari perempuan sedunia yang jatuh pada 8 Maret untuk perempuan Palestina.

"Saya ingin membagi peran mereka dalam perdamaian dan keamanan," kata Retno.

Lanjut dia, Palestina butuh dukungan dunia untuk mulai membangun bangsa, terutama melalui sumber daya manusianya. Dia berharap program pembangunan kapasitas ini dapat menjadi pilar untuk membangun pemerintahan yang kokoh dan bermartabat.

Dengan demikian, program kursus ini diharapkan dapat menciptakan kesempatan dan membangkitkan harapan supaya mereka mendapat kehidupan lebih baik di luar kamp pengungsian.

Retno dan Komisioner Jenderal Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Pierre Krahenbuhl, meneken perjanjian bantuan kemanusiaan untuk mantan warga Gaza di Kamp Jerash, Yordania.

Pada 2018, Indonesia menyumbang dana US$200 ribu atau setara Rp2,9 miliar bagi UNRWA.

Jumlah sumbangan ini dua kali lipat dari jumlah sumbangan terbesar Indonesia pada 2012-2014 lalu sebesar US$100 ribu (sekitar Rp1,45 miliar). Sumbangan ini juga melonjak 40 kali lipat dari sumbangan tahun 2016 yang hanya US$5.000 (sekitar Rp74,5 juta).

Meski begitu, pernyataan Kemlu RI tak menjelaskan secara rinci berapa jumlah bantuan yang akan diberikan Indonesia kepada UNRWA tahun ini.

Sejak awal 2018, UNRWA tengah mengalami krisis pendanaan menyusul keputusan Amerika Serikat, yang menjadi penyumbang utama organisasi itu, menarik seluruh bantuannya.

UNRWA memaparkan organisasi itu mengalami kekurangan dana mencapai US$211 juta untuk program selama 2019.

Sementara itu, lebih dari 2 juta dari total 5 juta pengungsi Palestina bergantung pada bantuan UNRWA. Organisasi itu dibangun pada 1949 lalu setelah pecah perang akibat pendirian negara Israel setahun sebelumnya.

(*)

SHARE US :