UAS Ajari Mubaligh di Kepri Menjadi Ustaz Hebat
UAS dan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun di Aula Masjid Nur Ilahi Dompak, Tanjungpinang, Jumat (1/2/2019). (Foto: Yogi/Batamnews)
Tanjungpinang - Ustaz Abdul Somad memberi pembekalan tentang berdakwah kepada ratusan mubaligh Kepri di Aula Masjid Nur Ilahi Dompak, Tanjungpinang, Jumat (1/2/2019). Pembekalan dibuka langsung Gubernur Kepri Nurdin Basirun.
Ratusan mubaligh tersebut berasal dari berbagai daerah di Kepri. Selain itu juga hadir beberapa tokoh di Kepri.
Dalam penyampaian materinya, UAS menjelaskan bagaimana prinsip menjadi da'i hingga beberapa teknis dalam menyampaikan materi ceramah. Terlihat ratusan mubaligh antusias mengikuti pembekalan tersebut. "Saya menjadi ustaz adalah pilihan hidup saya," kata Somad yang biasa disebut UAS itu.
Ia megatakan, dengan menjadi ustaz pahala akan terus mengalir ketika ilmu yang disampaikan diamalkan jamaah. "Tapi jangan sudah ceramah, tidur aja, kenapa tidur, kan pahala sudah mengalir, bukan begitu," ujar UAS disambut tawa para peserta.
Seperti ceramah biasanya UAS selalu menyelingi dengan beberapa contoh yang membuat jemaah tertawa.
"Yang penting mejadi ustaz kita harus menikmati pekerjaan, tidak hanya ustaz, semua pekerjaan harus dinikmati agar senang melakukannya," ujar UAS yang saat itu memakai topi coklat dan jaz hitam.
UAS memaparkan berbagai kemuliaan menjadi ustaz, seperti ikan-ikan di laut dalam beberapa dalil menceritakan akan mendo'akan ustad yang menjalankan tugasnya. "Bayangkan saja ikan di laut se Kepri ini mendoakan kita semua," ujar Somad disambut tepuk tangan peserta pembekalan. Bagi UAS berdakwah tidak harus menjadi ustaz. Dengan harta yang dimiliki setiap orang bisa melakukan dakwah.
"Selain itu jabatan yang digunakan juga bisa digunakan untuk berdakwah, misalnya gubernur dengan tanda tangan saja bisa berdakwah, tetapkan Perda syariah dan lainnya, kapolsek dengan jabatannya bisa mengatasi terjadinya perbuatan jahat, itu termasuk dakwah," kata dia.
UAS mengingatkan para mubaligh agar memberikan ceramah yang santun dan cara yang baik. "Ceramah itu harus jelas materi apa, tidak boleh nglantur, apalagi suara pelan, tidak usah saja jadi ustaz kalau seperti itu," katanya sambik mempraktekan ceramah dengan suara pelan.
Seperti biasanya, selain menyampaikan ceramah dengan selingan guyonan, di akhir ceramah beberapa peserta diberi kesempatan untuk bertanya.
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengucapkan terimakasih dan selamat datang kepada UAS. "Kami tahu jadwal ustaz padat, kehormatan sendiri bagi kami bapak bisa datang," kata Nurdin.
Nurdin berharap, pembekalan yang diberkan UAS kepada mubaligh di Kepri ini dapat menambah ilmu para ustad maupun da'i. "Sesungguhnya kaum itu seperti bangunan, Kalau kita bersatu insyallah kuat, ini adalah salah satu upaya kita terus bersatu," ujar Nurdin.
Setelah menyampakan pembekalan di aula tersebut, UAS langsung menuju Masjid Raya Dompak untuk memberikan khutbah jumat. Terlihat jemaah membeludak di masjid tersebut. Selain itu selama tiga hari di Kepri, Uas juga akan ceramah di Kabupaten Bintan.
(tan)
Komentar Via Facebook :