Petani Padi Panggak Darat Butuh Peran Pemda Lingga Tingkatkan Hasil Panen

Petani Padi Panggak Darat Butuh Peran Pemda Lingga Tingkatkan Hasil Panen

Padi petani di Desa Panggak Darat tumbuh subur meski kurang perhatian pupuk dari Pemerintah Daerah (Foto:Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Lingga - Petani padi sawah Desa Panggak Darat, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, berhasil melakukan panen kedua sejak dibukanya area percetakan sawah tersebut setahun lalu. Meski keterbatasan pupuk dari pemerintah, hasil panen kali ini cukup membuat petani senang.

Kepala Desa Panggak Darat, Zulmafriza mengatakan, semangat beberapa petani setempat sempat luntur karena minimnya ketersedian pupuk dari pemerintah. Tapi berkat kegigihan, petani tetap bisa panen meski belum maksimal.

"Alhamdulillah untuk yang kedua kalinya kami kembali bisa panen padi di sawah ini dengan segala keterbatasan saprodi yang ada. Mudah-mudahan kedepan pemerintah dapat melihat, mendengar dan sekaligus membantu petani pemula dalam penyedian pupuk dan pestisida," kata dia kepada Batamnews.co.id, Sabtu (12/1/2019).

Reja optimis, untuk tanam ketiga nantinya petani akan kembali termotivasi. Terlebih lagi jika adanya ketersedian pupuk dari pemerintah. "Insya Allah tanam ketiga nanti, kami berdoa semoga hasilnya bisa lebih meningkat," ucapnya.

Ia mengaku, saat ini beras hasil panen sawah Panggak Darat baru bisa dinikmati masyarakat desa setempat. Tapi, ia yakin kedepannya tidak menutup kemungkinan beras hasil jerih payah petani lokal itu akan beredar luas di wilayah Kabupaten Lingga.

"Kami hampir menemukan bibit padi yang cocok dan mampu tumbuh dengan baik di sawah kami, serta bibit yang lebih toleran terhadap berbagai penyakit yang muncul, kami tidak berpikir terlalu muluk. Beras dari sawah ini sudah bisa dinikmati oleh semua warga desa Panggak Darat. Alhamdulillah lebih dari cukup," ujarnya.

Dengan begitu, tanggung jawab Kepala Desa untuk memberikan lapangan pekerjaan sekaligus penyediaan pangan untuk masyarakat setempat sudah hampir terwujud. Namun, tetap saja perlu adanya dukungan dan keterlibatan pemerintah.

Jika pemerintah daerah (Pemda) ingin hasilnya bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Lingga, maka pemerintah harus bekerja keras memberikan perhatian lebih terhadap para petani. Sehingga, petani tidak hanya bergerak sendirian.

"Terhadap isu yang sedang berkembang pesat sekarang dan berbau negatif tentang sawah yang ada di Lingga, kami berharap Bupati Lingga jangan pernah surut dengan program ini, khususnya di Panggak Darat. Kami masyarakat membutuhkan uluran tangan pemerintah agar petani desa kami yang sudah mulai semangat dengan panen yang kedua kalinya ini akan terus termotivasi," tuturnya.

Desa Panggak Darat kata Reja merupakan desa dengan segala keterbatasan sumber daya alam (SDA). Berbeda jauh dengan 74 desa lainnya yang ada di Kabupaten Lingga. Di desa ini juga hanya mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan.

"Kami tidak memiliki batas laut satu jengkal pun. Sehingga jika bukan tanah yang kami olah menjadikan desa berbasis pertanian dan pariwisata, peluang mana lagi yang harus digapai untuk membawa kesejahteraan bagi masyarakat," kata dia.

Ia mengaku, masyarakatnya sedang nyaman dengan keadaan sekarang. Dengan begitu, menurutnya program yang dibuat oleh pemerintah pusat melalui Pemda Lingga dengan mengubah hutan non produktif, lahan rawa serta daerah langganan kebakaran menjadi sawah patut diapresiasi.

Petani sudah menikmati hasil dari program yang dilakukan secara perlahan itu. Bukan hanya padi tetapi tanaman-tanaman lain seperti cabai, jagung, talas, pisang, ubi kayu, ubi jalar, mentimun, kacang panjang, dan tanaman hortikultura lainya juga tumbuh dengan baik.

"Itu semua bisa tumbuh dengan baik di lahan sawah desa kami, bahkan beberapa petani mulai susah untuk menjual hasil panen cabai mereka karena melimpah. Sementara kebutuhan cabai di Daik masih sangat sedikit," ucap dia.

Reja berharap, kedepannya ia mampu menata desa kecilnya itu secara bertahap tanpa ada gangguan dan provokasi dari pihak manapun. Terlebih lagi di tahun politik 2019 ini.

"Masyarakat yang tidak paham dengan hal-hal politik, mending turun ke sawah. Banyak hal yang bisa dibuat," katanya.

(ruz)

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :