Komitmen Jurnalis Batam dan Polri Ciptakan Kondusifitas Pemilu 2019

Komitmen Jurnalis Batam dan Polri Ciptakan Kondusifitas Pemilu 2019

Foto: Ilham Yude/Batamnews

Batam - Polda Kepri bersama Jurnalis Kota Batam sepakat menciptakan kondisi aman dan nyaman menjelang Pileg dan Pilpres 2019.

Acara Silaturahmi Jurnalis Kepri bertemakan “Jurnalis Bersatu Ciptakan Situasi Pileg dan Pilpres 2019 Tetap Kondusif di Wilayah Provinsi Kepri” digelar, Senin (3/12/2018) malam.

Dalam acara itu turut hadir perwakilan tiga organisasi yang diakui dewan pers yaitu, Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Kota Batam, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Batam dan Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) Kota Batam serta perwakilan dari Polda Kepri.

Perwakilan AJI Batam, Slamet Widodo memandang Pemilu 2019 ini tantangannya sangat berat dan menguras tenaga, sama seperti pemilu tahun 2015 lalu. Karena banyaknya ujaran kebencian dan isu sara yang beredar di masyarakat.

“Jadi tugas kita sebagai jurnalis, harus bisa menyaring informasi-informasi yang beredar di masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, hal-hal yang bisa memicu perpecahan antar bangsa harus dihindari.

“Dengan adanya pertemuan ini, semoga saja pemilu tahun depan bisa tercipta sinergitas yang baik antara kepolisian dengan jurnalis,” kata Dodo.

Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua IJTI Batam, Agus Faturohman. Ia mengatakan peran jurnalis dengan aparat kepolisian sangat penting menjelang pemilu ini.

“Yang pasti tugas kita sama-sama dengan kepolisian. Mencari informasi, fakta dan lainnya, tapi intinya tetap terjaga dan kondusif,” kata pria yang kerap disapa Bagas tersebut.

Bagas mengusulkan, menjelang pemilu nanti diharapkan adanya pemasangan spanduk-spanduk pemilu damai yang tersebar di Kepri.

“Untuk spanduk penolakan UWTO saja bisa disebarkan, harusnya ini juga bisa lebih banyak,” ucapnya.

Perwakilan PWI Kota Batam, Saibansah Dardani menjelaskan terkait pemilu, kebebasan pers dua tahun belakangan ini semakin bagus dibanding beberapa negara di ASEAN. Maka dari itu harus dijaga, caranya harus menjaga objektifitias, menjaga fakta yang disampaikan kepada masyarakat.

“Jangan sampai membuat masyarakat tidak percaya kepada pers. Jadi apapun beritanya, harus mengarah ke fakta, kalau tidak fakta berarti hoaks,” kata dia.

Jadi pada intinya, bagaimana kita membangun bersama-sama pemilu di Kepri menjadi pemilu yang aman, nyaman dan menarik. 

“Inilah yang menjadi komitmen kami media di Kepri, bagaimana kita menjaga ini lebih kondusif,” ujar Saiban.

Panit III Subdit IV Dit Intelkam Polda Kepri, Ipda Wahyudi menyimpulkan Pemikiran dari jurnalis inilah nantinya yang diharapkan bisa memberikan situasi pemilu yang damai melalui masukan-masukannya.

“Semoga menjelang pemilu ini nantinya komunikasi antara kepolisian dan jurnalis bisa terus besinergi,” kata dia.

(ude)