Lingga Jadi Penyumbang Terbesar Angka Penderita Malaria di Kepri

Lingga Jadi Penyumbang Terbesar Angka Penderita Malaria di Kepri

DKPPKB-Lingga bersama Organisasi, LSM, TNI/Polri, Pemerintah Kecamatan dan OPD Lingga usai melakukan kegiatan eliminasi peran masyarakat dalam menekan angka kesakitan malaria di Lingga (Foto:ist/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Lingga - Kabupaten Lingga merupakan salah satu daerah endemis malaria di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Berdasarkan data Annual Parasite Incidence (API), angka kesakitan malaria tahun 2015 sebesar 4,06/1000.

Kemudian, di tahun 2016 meningkat menjadi 4,45/1000 dan pada tahun 2017 menurun menjadi 2,60/1000, tapi target untuk tahap eliminasi yakni, kecil dari 1/1000.

"Jumlah kasus malaria tahun 2018 sampai saat ini 110 penderita, yang paling tinggi di wilayah kerja Puskesmas Tajur Biru, yaitu Pulau Bukit," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di DKPPKB Lingga, Maliana kepada Batamnews.co.id, Sabtu (17/11/2018).

Meski mengalami penurunan jumlah kesakitan, tapi Lingga tetap menjadi kabupaten penyumbang terbesar angka kesakitan malaria di Kepri. Sehingga perlu segera dilakukan langkah untuk menurunkan angka kesakitan malaria dalam rangka eleminasi malaria Kepri.

"Perlu adanya peningkatan kualitas dan cakupan upaya pengendalian malaria dengan surveilans, penemuan dan pengobatan serta pemberantasan vektor untuk mencapai API kurang dari 1/1000 penduduk berisiko," ujarnya.

Ia melanjutkan, sesuai dengan target Kemenkes yang tertuang dalam Kepmenkes RI Nomor 293/Menkes/SK/IV/2009 tentang eleminasi malaria di Indonesia, Provinsi Kepri merupakan sasaran wilayah eleminasi secara bertahap pada tahun 2020, sudah memasuki tahap pra eleminasi.

Maka, dengan pembentukan Tim Eleminasi Malaria tingkat kabupaten diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan malaria dan tercapainya kabupaten yang bebas dari penyakit malaria.

"Nanti akan ada kelompok kerja dari berbagai unsur dan keahlian yang relevan untuk mengkaji dan memberikan bahan pertimbangan dalam rangka pengendalian penyakit malaria dengan memberdayakan seluruh stakeholder," ucapnya.

Lanjut Maliana, untuk menekan angka malaria di Lingga, pihaknya telah menggelar pertemuan dengan OPD, Organisasi, LSM agar bisa berkontribusi dalam uraian tupoksi Tim Eliminasi yang akan ditetapkan oleh Bupati Lingga yang mendukung terwujudnya eleminasi Malaria.

"Dengan adanya peningkatan pemberdayaan masyarakat dalam menurunkan angka kesakitan malaria melalui Tim Eleminasi ini diharapkan dapat menurunkan API di Lingga, sehingga terwujudnya eleminasi malaria di Lingga Terbilang dan untuk mewujudkan masyarakat yang hidup sehat, terbebas dari penularan malaria secara bertahap sampai tahun 2030," katanya.

Diketahui, kegiatan yang digelar di Ruang Pertemuan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan (Bapelitbang) Lingga itu melibatkan OPD Lingga, TNI/Polri, Pemerintah Kecamatan, PKK, IBI serta LSM.

(ruz)

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :