Science Film Festival Goethe-Institut Angkat Tema Revolusi Pangan

Science Film Festival Goethe-Institut Angkat Tema Revolusi Pangan

Sejumlah peserta Science Festival yang dihelat Goethe-Institut antusias mengikuti kegiatan ini. (Foto: istimewa/batamnews).

Batam - Goethe-Institut untuk ke-9 kalinya gelar Science Film Festival, festival tersebut telah diselengarakan mulai (23/10/18), sampai (13/11/18) nanti.

Untuk ajang di Batam, Science Film Festival mengambil tema “Revolusi Pangan: Menghadapi Tantangan Tahun 2050” ini, Goethe-Institut menggandeng Hotel Sahid dan mengundang ratusan murid dari berbagai sekolah pada Senin (12/11/2018).

Dalam acara berlangsung di Ballroom, Sahid Hotel Batam Center, para siswa yang menjadi peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan tentang sains itu.

Corporate Marketing Communications Manager Sahid Hotels dan Resorts Lenny Julia mengatakan, kegiatan memberikan pemahaman menghadapi revolusi pangan di tahun 2050. 

"Ini juga menjadi bagian dari program pendidikan Hotel Sahid," kata Lenny.

Temanya menyoroti tantangan mengurangi gas rumah kaca. Saat ini asumsi kebanyakan orang efek rumah kaca hanya disebabkan moda transportasi.

"Tetapi sebenarnya penyebab besar lainnya adalah pangan," ujar dia. 

Artinya lanjut Lenny, ketersediaan pangan harus disiapkan dan dianggap penting. Apalagi, produksi pangan Indonesia sangat tergantung iklim yang perubahannya disebabkan tindakan-tindakan merusak lingkungan oleh manusia.

"Seperti penggundulan hutan tanpa adanya penanaman ulang, pembukaan lahan pertanian baru oleh petani-petani dengan membakar semak-semak, budidaya tanaman yang salah dan lainnya," papar Lenny.

Berbagai permasalahan itu dibahas di dalam film, yang termasuk rangkaian festival. Selain itu dalam kegiatan juga ada eksperimen sains dan demo memasak oleh chef Sahid Hotel.

"Kita juga sampaikan kepada anak-anak  solusi-solusi potensial untuk masa depan," kata dia.

(tan)