Investor Asal China Tertarik Garap Manufaktur dan Pariwisata Batam

Investor Asal China Tertarik Garap Manufaktur dan Pariwisata Batam

epala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo menyampaikan hasil pertemuan dengaN pengusaha asal China , di Radisson Sukajadi. (Foto: Yogi/batamnews)

Dodo

Batam - Puluhan perusahaan asal China tertarik berinvestasi di Batam. Hal itu disambut baik BP Batam dalam pertemuan di Hotel Radisson Sukajadi, Kamis (25/10/2018) siang.

Delegasi pengusaha China tersebut datang bersama Wali Kota Hohhot, Tiongkok Feng Yuzhen beserta jajarannya. Selain tertarik untuk berinvestasi di sektor manufaktur, para pengusaha China juga menyatakan ketertarikan menggarap sektor pariwisata. 

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, terdapat 25 orang yang berkunjung untuk melihat kondisi Kota Batam hari ini terkait investasi, hal itu diyakini akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Madani tersebut. 

"Kemarin sudah dengan Mesir, sekarang kita dengan China," kata Lukita.

Dalam pertemuan terjalin dialog terkait upaya kerjasama antara kedua negara, Hohhot juga menyampaikan siap membuka diri untuk menerima investor dari Indonesia. 

"MoU ini kita buat pada acara di Jakarta beberapa waktu lalu,  tindak lanjut tersebut sekarang mereka ingin melihat langsung kondisi Batam," imbuh dia.

Beberapa hasil MoU adalah saling melakukan promosi infromasi pariwisata, mendorong investor Batam juga Hohhot, saling bertukar pengetahuan atau semacam training dan kerjasama lainnya.

"Suasana daerah kebanyakan padang rumput, sedangkan kita lebih ke lautnya jadi hal itu bisa kita saling lengkapi," kata Lukita.

Lukita menjelaskan, puluhan perusahaan mengaku berminat berinvestasi di Batam, terutama karena investor Batam banyak yang berasal dari China. "Mereka sangat membuka diri, kita saling bertukar kartu nama itu langkah awal yang bagus," katanya.

Baca: BP Batam: Investor Mesir Minat Investasi Senilai 200 Juta USD di Sektor Properti

Perusahaan China tersebut berasal dari beberapa sektor investasi yang berbeda, seperti resort, travel agen, manufaktur industri dan lainnya. "Jadi tadi kita juga lihatkan beberapa kawasan indsutri seperti Batamindo dan lainnya. Kita menawarkan bahwa investasi di Batam sangat bagus seperti bebas biaya masuk maupun keluar," kata Lukita. 

Pertemuan BP Batam yang dilakukan tertutup tersebut juga dihadiri Himpunan Kawasan Industri (HKI), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) serta beberapa perusahaan Kota Batam. 

Investor di Batam didominasi oleh negara China. Dari data pendaftaran penanaman modal (PPM) di Pelayanan Terpadu Satu Pintu, investasi yang masuk ke Batam pada periode Januari-Maret 2018 sebesar USD 220 juta mencakup 55 proyek, dengan tenaga kerja yang dibutuhkan mencapai 2.592 orang. 

Kebanyakan proyek yang masuk ke Batam pada awal tahun ini lebih dominan dari negara Tiongkok di bidang produksi plastik ataupun ritel.

(tan)
 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :