Ribuan Honorer Kepri Terancam Tak Akan Jadi PNS

Ribuan Honorer Kepri Terancam Tak Akan Jadi PNS

Aksi unjuk rasa pegawai honorer. (Foto: ilustrasi)

Batam - Wagub Kepri, Isdianto mengaku khawatir dengan kondisi ribuan honorer di Kepri yang tidak punya kesempatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini disampaikan dalam sambutannya pada peresmian Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Batam.

Peresmian MPP ini dilakukan oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Syafruddin. Kekhawatiran ini terjadi karena pola penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) berbeda.

“Ada kekhawatiran tingkat kemampuan tidak sama dengan yang ikut. kalau ke depan dengan pola testing seperti ini, ada kekhawatiran, honorer PTT sampai kapan pun tidak akan bisa menjadi PNS,” ujar Isdianto, Kamis (20/9/2018).

Ia meminta agar kondisi honorer ini menjadi perhatian menteri dan para jajarannya. Karena jumlah honorer yang masih ada di kepri mencapai ribuan, yang terdiri dari tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

“Kepri memang telah dialokasikan CPNS 192 orang, namun jumlah honorer kita sudah ribuan, kondisi ini bisa jadi perhatian,” katanya.

Sementara itu Menpan RB, Syafruddin menegaskan bahwa UU ASN mengatur bahwa untuk menjadi ASN harus mengikuti tes.

“Jadi tidak ada lagi pengangkatan honorer menjadi PNS,” ujar Syafruddin.

Namun pihaknya juga tetap mengapresiasi perjuangan honorer, untuk itu setiap honorer akan diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Nanti Peraturan Pemerintah (PP) akan segera dikeluarkan, untuk mengatur pengangkatan PPPK,” kata dia.

Sebanyak 13.300 honorer akan diangkat menjadi PPPK, angka tersebut tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini berdasarkan hasil analisa dan disepakati Pemerintah dan DPR.

(ret)