Soal 10 Ribu Pemilih Ganda di Tiga Kecamatan, Ini Penjelasan Bawaslu Batam

Soal 10 Ribu Pemilih Ganda di Tiga Kecamatan, Ini Penjelasan Bawaslu Batam

Ilustrasi

Batam - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batam menyatakan adanya 10.569 pemilih ganda di tiga kecamatan disebabkan gangguan pada server Sistem Data Pemilih (Sidalih) di tingkat pusat.

Komisioner Bawaslu Batam Bidang Pencegahan, Humas dan Lembaga Nopialdi mengatakan pihaknya sudah berkoodinasi dengan KPU pada Kamis (6/9/2018) siang. Dari hasil kordinasi tersebut ditemukan proses input data pemilih melalui Sidalih yang terganggu.

"Dalam prosesnya, ketika petugas melakukan input data, karena mungkin sistemnya lama, ketika masih loading sudah dienter dua kali, sehingga data terinput ganda," kata Nopialdi usai pertemuan dengan KPU Batam.

Dia menyebutkan kesulitan mengendalikan Sidalih ini karena servernya yang dikendalikan langsung oleh pusat.

“Menyulitkan proses perbaikan ketika ada persoalan teknis seperti yang dialami sekarang. Seharusnya Sidalih ini memiliki sistem yang mampu mensensor apabila ada kesalahan dalam proses input data,” kata dia.

Sementara itu untuk temuan yang sudah ada, telah diproses KPU dan diharapkan bisa selesai sampai batas waktu yang ditentukan pusat, pada 16 September mendatang.

Nopialdi melanjutkan, karena keterbatasan waktu, Bawaslu tidak bisa melanjutkan investigasi lebih jauh. 

"Kita laporkan ke pusat, nanti baru diputuskan apakah dikeluarkan dari DPT atau bagaimana," ucapnya.

Menanggapi itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Syahrul Huda menyatakan sudah mencermati permasalahan itu dan meminta data tersebut ke Bawaslu untuk memudahkan KPU memindai data tersebut.

“Walaupun sebenarnya tidak hanya dari Bawaslu saja patokan kita, karena kita punya data sendiri juga,” kata dia.

Lanjut Syahrul, untuk data yang dimintai ke Bawaslu tinggal menunggu konfirmasi dari Bawaslu RI saja.

“Apakah sudah bisa diberikan atau tidak. Dari pertemuan tadi, Bawaslu Kota Batam belum menerima perintah memberikan data tersebut dari Bawaslu RI,” ucapnya.

(ude)
 


Berita Terkait