KPU Batam Tetapkan 638.170 Daftar Pemilih Tetap

KPU Batam Tetapkan 638.170 Daftar Pemilih Tetap

Ilustrasi

Batam - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 638.170 pemilih. Hal ini berdasarkan hasil rapat pleno, Selasa (21/8/2018).

Komisioner KPU Kota Batam, Zaki Setiawan menyebutkan jumlah DPT tersebut tersebar di 2.923 tempat pemungutan (TPS). 

Jumlah ini menyusut 4.560 pemilih dibanding daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP) 642.730 pemilih dan 2.950 TPS yang ditetapkan pada 22 Juli 2018. 

“Datanya sudah disinkronkan, memang ada penyusutan,” ujar Zaki. 

Penyusutan pemilih terbanyak terjadi di Kecamatan Batam Kota dengan 3.780 pemilih, dari sebelumnya 98.942 pemilih di DPSHP menjadi 95.162 pemilih di DPT. 

Kemudian di Lubukbaja menyusut 2.849 pemilih, dari sebelumnya 53.565 pemilih di DPSHP menjadi 50.716 pemilih di DPT. Di Sekupang menyusut 1.951 pemilih, Batuampar menyusut 1.360 pemilih, Seibeduk menyusut 291 pemilih, dan Belakangpadang menyusut 280 pemilih. 

“Ada yang menyusut dan ada juga yang bertambah,” katanya.

Untuk kecamatan yang mengalami penambahan, yaitu Sagulung bertambah 2.354 pemilih dari sebelumnya 116.943 pemilih di DPSHP menjadi 119.297 pemilih di DPT. Kemudian di Bengkong bertambah 2.242 pemilih, Batuaji bertambah 703 pemilih, Nongsa bertambah 429 pemilih, Galang bertambah 211 pemilih, dan Bulang bertambah 12 pemilih. 

Saat ini jumlah pemilih tertinggi di Kota Batam masih ditempati Kecamatan Sagulung dengan 119.297 pemilih dan 579 TPS. Kemudian Batam Kota 95.162 pemilih dan 436 TPS, Sekupang 79.251 pemilih dan 346 TPS, Batuaji 65.766 pemilih dan 281 TPS, Bengkong 62.952 pemilih dan 265 TPS, Lubukbaja 50.716 pemilih dan 232 TPS, serta Seibeduk 45.729 pemilih dan 229 TPS. 

“Selanjutnya Kecamatan Nongsa dengan 44.871 pemilih dan 186 TPS, Batuampar 40.046 pemilih dan 214 TPS, Belakangpadang 14.613 pemilih dan 70 TPS, Galang 12.152 pemilih dan 52 TPS, serta Bulang 7.615 pemilih dan 33 TPS,” sebut Zaki. 

Anggota Bawaslu Kota Batam, Syailendra Reza juga menambahkan bahwa perbedaan data pemilih di Daftar Pemilih Sementara (DPS) dengan DPSHP sudah berhasil disinkronkan. Hal ini berdasarkan dari data Sistem Informasi Data Pemilih (SIDALIH). 

“Jadi sudah bisa menyamakan persepsi, sesuai dengan sidali, bukan manual,” ujar Syailendra.

(ret)


Berita Terkait