Terkenal Hingga ke Negeri Jiran, Gunung Daik Simpan Segudang Cerita

Terkenal Hingga ke Negeri Jiran, Gunung Daik Simpan Segudang Cerita

Gunung Daik yang memiliki tiga cabang unik dan menyimpan segudang cerita (Foto:Ist/Batamnews)

Lingga - Siapa yang tidak mengenal Gunung Daik yang terletak di Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau ini. Gunung yang memiliki ketinggian 1.165 Mdpl itu memiliki tiga cabang yang unik.

Gunung yang dapat dikunjungi sebagai objek wisata alam selain pantai dan air terjun yang ada di Negeri Bunda Tanah Melayu itu merupakan gunung tertinggi yang ada di Kepulauan Riau.

Meskipun tidak begitu populer di kalangan pendaki gunung Indonesia, Gunung Daik cukup terkenal di kalangan masyarakat Melayu yang berada di Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Hal ini tidak lain dikarenakan frasa “Gunung Daik” terdapat pada sebuah pantun Melayu yang sangat terkenal sejak zaman dahulu kala.

"Pulau Pandan jauh di tengah
Gunung Daik bercabang tiga
Hancur badan dikandung tanah
Budi baik dikenang juga"

Begitulah bunyi pantun tersebut.

Untuk sampai ke puncak Gunung Daik, para pendaki akan menghadapi jalur yang terkenal terjal dan berliku. Namun hal ini akan terbayarkan dengan keindahan alam di sekitar gunung yang masih sangat hijau dan asri.

Sepanjang jalur pendakian, para pendaki akan disuguhkan dengan suasana hutan yang masih alami. Di kaki gunung, terdapat sungai-sungai yang memiliki air sangat jernih. Air dari sungai ini pula menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat Daik Lingga.

Untuk sampai ke pangkal cabang Gunung Daik, pendaki harus menghabiskan waktu 8-9 jam perjalanan dari pintu gerbang masuk. Sesampainya di pangkal cabang gunung, pendaki akan disuguhkan dengan pesona keindahan Kota Daik dan sekitarnya. Namun, sayangnya keindahan tersebut sedikit terlindung pepohonan besar dan rindang.

Selain memiliki keindahan yang memesona, Gunung Daik juga memiliki legenda yang cukup dipercaya oleh masyarakat setempat. Konon, pada zaman dahulu, gunung yang bercabang tiga ini dihuni oleh makhluk halus yang disebut dengan orang bunian.

Waktu itu, orang bunian sangat akrab dengan masyarakat setempat, bahkan tak jarang ada masyarakat yang meminjam alat-alat perkakas atau bahkan perabot bunian saat ingin menggelar acara hajatan kenduri pernikahan.

Namun suatu ketika, terdapat seseorang yang tidak mengembalikan perabot yang telah dipinjamnya dari bunian tersebut sehingga membuat bunian murka. Hal ini telah menjadi mitos Gunung Daik yang dipercaya oleh masyarakat Lingga hingga sekarang.

Masih banyak cerita lainnya tentang Gunung Daik. Seperti penyebab patahnya salah satu cabang gunung tersebut yang diberi nama Cindai Menangis itu.

Bahkan, di kaki Gunung Daik tersebut juga terdapat makam Megat Kuning yang dipercaya merupakan salah seorang yang memiliki peran penting pada masa lampau di Tanah Melayu Lingga.

Maka, jika berkunjung ke Pulau Lingga, tidak sah rasanya kalau tidak menjajal jalur pendakian Gunung Daik yang memiliki segudang cerita ini.

Namun, untuk ke puncak gunung yang unik itu, membutuhkan banyak persiapan. Oleh sebab itu ada beberapa tips sebelum melakukan pendakian ke puncak dengan mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan untuk mendaki.

Tidak cukup disitu, kondisi fisik juga harus diperhatikan. Karena jalur pendakian cukup sulit, sehingga fisik yang sehat perlu disiapkan sebelum memulai pendakian.

Bagi pengunjung dari luar Kabupaten Lingga yang ingin ke Gunung Daik, dapat memulai perjalanan dari Kota Batam dan Tanjungpinang menuju Pelabuhan Sei Tenam, Lingga dengan menggunakan speedboat atau feri regular.

Sesampainya di Lingga, Anda dapat menuju kawasan lokasi wisata dengan menggunakan ojek atau kendaraan pribadi yang sudah Anda sewa. Pastinya, pemandu pendakian lokal juga harus disiapkan terlebih dahulu.

Jadi, buat Anda yang penasaran, tunggu apa lagi? Ayo ke Lingga dan nikmati keindahannya.

(ruz)