Batam Terimbas Polemik Halal-Haram Imunisasi MR
Pemberian imunisasi di salah satu sekolah yang ada di Batam. (Foto: Yogi/Batamnews)
Batam - Akibat polemik halal-haram vaksin imunisasi MR, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmardjadi khawatir penyebaran imunisasi campak dan rubella (MR) tidak mecapai target 95 persen.
"Padahal virus ini sangat berbahaya," kata Didi kepada Batamnews.co.id, Selasa (14/8/2018).
Ia mengatakan, mulai 1 Agustus 2018 , lalu sampai hari ini Selasa (14/8/2018) diperkirakan hanya 20 persen yang terlaksana. "Data terakhir sekitar 20 persen dari sekitar 380 ribu anak-anak yang mendapat imunisasi," katanya.
Didi mengatakan, padahal imunisasi MR berlangsung Agustus dan September. "Jadi kalau pertengahan bulan baru 20 persen, diprediksi sampai akhir proses sekitar 78 persen atau 80 persen saja," katanya.
Padahal target setiap daerah 95 persen dari seluruh jumlah anak-anak yang akan diberi imunisasi.
"Di Jawa tahap pertama aman-aman saja tidak ada isu itu, di kita aja seperti ini, saya takut bahayanya ini kalau nggak imunisasi bisa cacat dan lainnya, ini kan untuk masa depan," ujarnya.
Sampai saat ini polemik halal-haram vaksin belum belum ada titik temu. Surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sejauh ini tidak memaksa untuk melakukan imunisasi.
(tan)

Komentar Via Facebook :