https://www.batamnews.co.id

Sejak OSS Diterapkan, Tercatat Sebanyak 179 Investor Baru di Batam

Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo. (Foto: Batamnews)

Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam berusaha meningkatkan pelayanan kepada investor. Hal ini juga didukung oleh Pemerintah pusat yang telah meluncurkan sistem online single submisson (OSS). 

Hasilnya, sejak diluncurkan sistem tersebut tercatat ada sekitar 179 investor baru. Dan itu terdiri dari penanam modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA).

“Kami tetap memberikan fasilitas kepada para pelaku usaha. Sehingga jika ada kendala dalam menggunakan sistem terintegrasi ini bisa segera diselesaikan," kata Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, Jumat (8/10/2018).

BP Batam akan terus berinovasi memberikan layanan terbaik kepada para pelaku usaha.

"BP Batam tentu akan terus mendorong agar para investor yang sudah mendaftar bisa segera merealisasi izin usahanya," kata Lukita, Kamis (9/8/2018).

Kendala berivestasi

Menuju akhir tahun ini, pihak BP Batam berupaya untuk meyakinkan para investor agar dapat berinvestasi di Batam.

Ia mengakui masih ada hambatan bagi para investor. Di antaranya masih terkait lahan yang belum memadai.

“Lahan masih juga jadi hambatan, lahan yang kita punya sudah terbatas,” katanya. 

"Kami juga akan terus berusaha melakukan percepatan perizinan usaha. BP Batam siap memberikan pelayanan terbaik dari mulai proses hingga sampai izin selesai," katanya.

Pertumbuhan Investasi di Batam

Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat pada semester I tahun 2018, rencana investasi penanaman modal BP Batam sekitar USD 391 juta. Rencana investasi tersebut baru terealisasi sebesar USD 124 juta. 

Padahal, target investasi tahun 2018 ini sebesar USD 750 juta. Lukita mengatakan pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan investasi di Batam. 

(ret)