LSF Indonesia Nilai Objek Budaya Lingga Bisa Dijadikan Film Dokumenter

Dr Mukhlis Paeni menyerahkan plakat LSF RI kepada Asisten 1 Pemkab Lingga yang mewakili Bupati Lingga pada saat pembukaan sosialisasi budaya sensor film mandiri (Foto:Ist)

Lingga - Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia berkerjasama dengan Pemkab Lingga melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) Lingga melakukan kegiatan sosialisasi budaya sensor film mandiri di Aula Kantor Bupati Lingga, Kamis (5/7/2018) kemarin.

Kegiatan yang didanai APBN ini merupakan salah satu kegiatan yang berada pada LSF Indonesia. 

Ketua Komisi 3 LSF, Mukhlis Paeni mengatakan, banyak sekali objek budaya di Kabupaten Lingga yang bisa dibuatkan film dokumenter.

"Kepada para seniman dan budayawan, harus terus mampu dan dapat menggali berbagai potensi untuk dibuat film dokumenter," kata dia saat membuka sosialisasi budaya sensor film mandiri di Daik Lingga, Kamis (5/7/2018) kemarin.

Menurut Mukhlis, film merupakan media yang bisa dijadikan sebagai ajang promosi daerah.

"Misalnya film laskar pelangi untuk layar lebar dan beberapa film dokumenter yang bisa dibuat di daerah-daerah," ucapnya.

Selain itu, dia yang mengisi sosialisasi tersebut juga mengajak agar seluruh masyarakat dapat memilah dan memilih tontonan film yang baik untuk keluarga.

"Jangan sampai nantinya ada pengaruh negatif. Namun sebaliknya bila tontonan yang disajikan itu baik-baik, mendidik dan ada pesan-pesan yang positif akan berpengaruh selain kepada karakter yang menonton juga pada prilaku," ujar Mukhlis.

Sementara itu, Bupati Lingga, Alias Wello yang turut hadir pada kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada Ketua Komisi 3 LSF Indonesia tersebut, karena terus menerus memperhatikan Kabupaten Lingga. 

"Beliau (Mukhlis Paeni) merupakan salah satu yang sangat berjasa dalam keberhasilan pengusulan Sultan Mahmud Riayat Syah (SMRS) sebagai Pahlawan Nasional tahun 2017 kemarin," ucap pria yang akrab disapa Awe itu.

Lanjut dia, selain sebagai salah seorang yang tergabung dalam tim penyusunan naskah kepahlawanan Sultan Mahmud, Mukhlis juga merupakan salah seorang yang masuk dalam tim pemberian gelar pusat (TPGP) sekaligus ditunjuk sebagai promotor pengusulan SMRS sebagai Pahlawan Nasional.

"Karena itu jasa beliau sangat besar dan semoga diterima sebagai amal ibadah. Kemudian, SMRS itu juga perlu di filmkan untuk layar lebar atau dokumente," kata Awe.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Lingga, Muhammad Ishak yang turut hadir disela-sela sosialisasi menyatakan, kemampuan APBD Lingga saat ini belum memadai. Maka saat ini pihaknya berusaha terus untuk mendapatkan dana APBN. 

"Tapi kalau belum dapat, kami usahakan dilakukan di Lingga. Kegiatan seperti ini baru pertama kali diadakan di Kabupaten Lingga bahkan mungkin juga di Provinsi Kepri," katanya.

Diketahui, jika memungkinkan Disbud Lingga akan mengusulkan pembuatan film dokumenter kepahlawanan Sang Grilya Laut Sultan Mahmud Riayat Syah di APBD 2019.

(ruz)