Pelaku UMKM Digusur, Lahan Bekas Gusuran Dikuasai Alfamart dan Indomaret

Pelaku UMKM Digusur, Lahan Bekas Gusuran Dikuasai Alfamart dan Indomaret

Andi bola saat menyampaikan pendapatnya di acara BP Batam, Rabu (4/7/2018), (Foto: Yogi/Batamnews)

Batam - Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopindo) Kota Batam, Andi Bola meradang ketika diskusi membedah dan menyikapi pertumbuhan ekonomi Batam triwulan I/2018, di Grand I Hotel Nagoya, Rabu (4/7/2018). Ia menyebut gerai Alfamart dan Indomaret membunuh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Sekarang banyak UKM yang digusur, kemudian di tempat yang sama dikuasai ritel Alfamar dan Indomaret," Ujar Andi.

Andi mempertanyakan kebijakan Pemerintah Kota Batam yang tidak konsisten. Tahun 2016 dikeluarkan kebijakan tidak akan mengeluarkan izin ritel ini, akan tetapi gerai-gerai ini terus bermunculan.

"Kenapa ini,? saya kalau ada duit mau jugalah bikin Alfamart," katanya ujarnya ketika sesi diskusi.

Baca Juga: Sadis, Mayat Mengambang di Waduk Sei Ladi Terikat Koper

Andi mengaku sempat tidak diundang dalam acara tersebut. Beberapa kali pendapatnya tersebut disampaikan dengan nada keras.

Selain itu, penataan kota perlu diperhatikan seperti janji pemerintah untuk menghidupkan kembali pasar induk. "Masa di Kota Sebesar Batam ini, pasar induknya mati," ujarnya.

Ia mengatakan bahkan Pemko belum menerima aset pasar tersebut dari BP Batam.

"Tiga hari yang lalu saya dengar BP belum serahkan aset pasar itu pemko, jadi mohon BP Batam memperhatikan ini," katanya.

Menurutnya, UKM juga terkendala karena banyak tempat UKM  jualan tidak direspon dengan baik seperti perhotelan dan bandara.

"Contohnya bandara harga sewa untuk UKM selangit," katanya.

Baca Juga: BREAKINGNEWS: Sei Ladi Macet, Ada Dugaan Mayat Mengapung di Waduk

Sedangkan Ketua Kadin Batam Jadi Rajaguguk mengatakan, munculnya ritel itu sudah biasa. "Kalau ritel seluruh Indonesia seperti itu," ucapnya.

Jadi mengatakan, untuk UMK Kadin bersama BP Batam sudah membuat gerai khusus oleh-oleh di Bandara Hang Nadim.

"Nanti pak Andi bisa masukan produk-produk UKM nya ke sana," ucapnya.


(tan)

Komentar Via Facebook :