Alfamart dan Indomaret Tak Terbendung, Pedagang Kecil: Kami Menunggu Mati

Alfamart dan Indomaret Tak Terbendung, Pedagang Kecil: Kami Menunggu Mati

Alfamart dan Indomaret yang tampak bersebelahan (Foto: Yogi/Batamnews)

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Gerai Alfarmart dan Indomart terus bermunculan di kota Batam. Kondisi ini dikhawatirkan dapat membunuh kelangsungan hidup Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Seperti salah seorang pedagang di kawasan Bengkong, Harapan, Batam. Ia menceritakan omzet kedainya yang berada di antara Indomart dan Alfamart semakin menciut.

Awalnya kedai yang menjual keperluan sehari-hari seperti sabun, minuman, makanan ringan hingga rokok itu dimiliki saudaranya. Namun pada 2016 lalu, saudaranya tidak bisa lagi melanjutkan dagangan. Usaha itu pun gulung tikar.

"Ya  salah satu faktor karena waktu itu sedang musim itu (Alfamart dan Indomart)," ujar wanita yang biasa di sapa Ira itu. 

Ira mengatakan, selain itu sewa kedai juga tinggi, kiosnya yang berukuran kecil itu dibudget Rp 30 juta satu tahun. 

"Ditambah lagi Rp 600.000 bayar listrik," katanya.

Sejak itu, Ira mengambil alih usaha saudaranya. Meskipun ancaman  minimarket membuat saudaranya behenti berjual, tapi Ira masih yakin ada harapan. Toh, rezeki adalah Tuhan yang mengatur. 

Keadaan ekonomi dan tidak adanya pekerjaan, Ira memberanikan diri untuk tetap jualan. 

"Bagaimana lagi, harus diberanikan," katanya. 

Saat ini Ira masih bertahan dengan jualannya. Karena kontrakan kedai sudah dilunasi 1 tahun. 

"Tinggal beberapa bulan lagi (mati), setelah itu nggak tau lah," ujar wanita yang tinggal di Tanjung Uncang itu. 

Bahkan Ira harus membuka kedainya 24 jam untuk membayar sewa kedai. 

"Omset jangan ditanyakan lah, sebelah sana, sana, ada mini market," ujarnya sambil menunjuk kiri kanan.

Ia tidak nempunyai harapan untuk pemerintah terkait ritel itu. Namun, menurutnya pemerintah bisa membaca keadaan tersebut. 

Begitu juga dengan Mesy. Pedagang barang harian di kawasan Pasar Jodoh mengatakan, kehadiran mininarket itu jelas berdampak kepada omzet jualannya.

"Secara tidak langsung tentu berdampak," ujarnya. Bahkan kedai harian yang berada disebelahnya tutup total. Mesy juga berjualan 24 jam. 

Dari pantauan Batamnews.co.id, seperti dikawasan Pom Bensin Seraya, terdapat dua gerai berdekatan. Dari keterangan warga di antara gerai dulunya ada kesai jual sembako. Namun kabarnya kedai yang sudah sejak lama itu pindah tempat.

Kebanyakan warga beralasan lebih memilih belanja ke minimarket karena banyaknya diskon. Namun ada juga yang tidak mau belanja di gerai tersebut.

Seperti yang dikatakan Riri, Ia memilih belanja di ritel itu karena ada diskon saja. "Karena ada diskon aja," katanya. 

Keberadaan ritel tersebut.terus bermunculan, meskipin izin sudah tidak dikeluarkan lagi. Kota Batam semakin dikepung oleh ritel pemodal asing itu. Perlahan keberadaannya membunuh keberlangsungan UKM sekitar.

(tan)

Komentar Via Facebook :