Butuh Rp 21 Miliar Sulap Tanjung Uma Jadi Destinasi Wisata Dunia

Butuh Rp 21 Miliar Sulap Tanjung Uma Jadi Destinasi Wisata Dunia

Dua orang pasangan bule tengah berfoto di permukiman warga di Tanjung Uma yang telah dicat (Foto: Yogi/Batamnews)

Zuhri Muhammad

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Warga Tanjung Uma Lubuk Baja Kota Batam butuh dana Rp 21 miliar untuk menyulap permukiman rumah panggung di Tanjung Uma menjadi destinasi wisata yang baru.

Sampai hari ini Sabtu (5/5/2018) sebnayak 45 rumah yang sudah selesai pengecatan.

Sebagai pelopor Ketua BMT Seri Pelangi, Nur Atiah mengatakan, dana sebesar itu digunakan untuk pengecataan 4000 rumah, pelebaran jalan, pembelian becak, hingga peralatan kebersihan.

“Jadi tidak untuk cat rumah saja,” ujarnya saat dihubungi Batamnews.co.id.

Wanita yang biasa dipanggil Tia itu melanjutkan, saat ini sudah mulai tahap pertama dengan kebutuhan dana Rp 441.500.000 dengan target empat bulan pengerjaan.

“Jadi kita pengerjaan ada empat tahap untuk 4000 rumah, tidak sekaligus,” kata wanita yang biasa disapa Tia itu.

Menurut Tia, ia bersama warga akan mengejar target tahap satu ini dalam waktu dua sampai tiga bulan, agar ketika Ramadan sudah ada tempat yang bisa dikunjungi.

“Setidaknya Ramadan sudah ada yang bisa dilihat wisatawan, namun saat ini kita masih membutuhkan para donator,” katanya.

Tia mengaku, saat ini pendonor masih minim, meskipun ada beberapa pihak yang ingin bekerjasama. Ia berharap semua pihak bisa membantu.

“Kita sangat welcome untuk siapa saja yang ingin membantu,” katanya.

Tanjung Uma merupakan salah satu daerah yang berada di pusat perbelanjaan Kota Batam. Dengan 20 ribu penduduk, tanjung uma juga dinamai dengan kampung tua. Tidak jarang beberapa wisatawan berkunjung ke kampung yang terletak tidak jauh dari Nagoya Hill karena ingin merasakan kehidupan orang kampung tua.

Pembuatan kampung pelangi ini bermuara menjadi objek wisata sejalan dengan target pemerintah kota untuk menjadikan Batam kota wisata. Meskipun, kampung pelangi ini sudah ada di beberapa kota, tidak salah Tanjung Uma yang memiliki penduduk beragam suku ini bersatu dalam warna.

(tan)

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :